Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Untuk memelihara dan melestarikan potensi seni dan budaya, khususnya bidang permainan dan seni tradisional di Kabupaten Ciamis. Drs. H. Mukhtar selaku perintis dan pengurus Sanggar Seni dan Budaya menyelenggarakan acara memperingati Isra Mi’raj di Taman Budaya Caruluk yang berlokasi di Dusun Majaparana, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Minggu (14/02/21).
Acara tersebut bersamaan dengan memperingati hari Bahasa Indung dan di hadiri oleh beberapa seniman, lansia, mahasiswa, dan warga sekitar yang selalu beraktifitas di Taman Budaya Caruluk.
Menurut H. Mukhtar, Taman Budaya Caruluk adalah sebuah tempat untuk mengekspresikan berbagai kegiatan masyarakat terutama dalam kegiatan pemberdayaan mental dan spiritual. Taman Budaya Caruluk ini merupakan suatu tempat yang tidak merubah alam dan populasi yang ada di sekitarnya sebagai wujud untuk menghormati tanaman dan tumbuhan sebagaimana sesama makhluk Ciptaan-NYA. Ungkapnya
“Terutama hari ini dengan acara memperingati Isra Mi’raj yang berkaitan dengan memperingati Bahasa Indung, bersinergi dengan kemajuan zaman dan tekhnologi. Semakin hari Bahasa Indung terutama bahasa sunda semakin kesini masyarakat sunda terkesan enggan berkomunikasi menggunakan bahasa sunda.” Jelasnya
Mengapa acara memperingati Bahasa Indung di kaitkan dengan memperingati Isra Mi’raj ? Hormat kepada Indung ( Ibu ) adalah seruan Nabi tiga kali, “siapa yang harus dihormati ? Umi, Umi, Umi baru Bapak” Ibu lah yang meletakan dan memberikan bahasa yang utama dan pertama yaitu Bahasa Indung ( Bahasa Sunda_ red )”. Kata Drs. H. Mukhtar Kepada analisaglobal.com.

Sementara itu, H. Mukhtar juga sangat menghawatirkan kalau memang seorang Ibu tidak dihargai dan dihormati takut kewalat nantinya. Maka dari itu konsep dari Taman Budaya Caruluk ini adalah untuk sehari – hari mengadakan kegiatan permainan tradisional tapi mampu bersaing secara nasional maupun global. paparnya
“H. Mukhtar mengharapkan, mudah – mudahan kegiatan masyarakat di sini mendapatkan sambutan dari pemerintahan setempat dan pemerintah kabupaten Ciamis.” harapnya
“Terimakasih kepada Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya. MM, dengan telah beredarnya surat instruksi pada masa pandemi saat ini agar masyarakat mendekatkan diri dengan taqorub kepada Allah SWT, ini adalah perwujudan kami menyambut instruksi Bupati sebagai kewajiban bagi warga disini dengan memperingati Isra Mi’raj dan kegiatan seni dan budaya di Taman Budaya Caruluk dengan tetap berpayung pada UU No. 5 Tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan” Pungkasnya.***A.Yayat H/Goez
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang