Kab. Ciamis, analisaglobal.com — Bertempat dihalaman Mapolres Ciamis, Satreskrim Polres Ciamis Polda Jawa Barat menggelar Confrensi pers terkait dugaan pidana pemerasan dan atau penipuan yang di lakukan oleh oknum yang mengaku sebagai agen KOMISI ANTI RASUAH ( KPK).

Kegiatan pengungkapan kasus tersebut di pimpin langsung oleh KAPOLRES Ciamis AKBP Dony Eka Putra S. IK., MH, Wakapolres Ciamis Kompol H. Hidayatullah S. IK, Kasat Reskrim AKP Bimantoro Kurniawan S.Ik dan Plt Kasubag Humas IPTU Magdalena. Senin (31/08/2020).

Dalam Confrensi persnya KAPOLRES Ciamis AKBP Dony Eka menuturkan kasus ini bermula dari laporan masyarakat saudara AA warga Bojong mengger, Kec Cijeungjing tanggal 25/08/2020 dengan nomor LP/146/B/VIII/JBR/Res Cms Tgl 25-08-2020 dan SP.Sidik/332/VIII/Res.1.19./2020/Reskrim,tgl 29/08/2020. Tuturnya

Hal yang di lakukan oleh pihak kepolisian setelah menerima laporan yaitu memintai keterangan korban serta memintai keterangan dari saksi-saksi yang kini menjadi tersangka. Adapun tersangka yaitu inisial AS dan E warga dusun Mandalika Kecamatan Cikoneng dan Warga Margayasa Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

“Warga yang mengaku sebagai agen (KPK) di tetapkan sebagai tersangka setelah pihak satreskrim polres ciamis mempunyai dua alat bukti yang kuat,”tegas kapolres AKBP Dony Eka.

Dari tangan tersangka AKBP Dony Eka memaparkan, pihak Kepolisian mengamankan Barang Bukti berupa Uang tunai Rp 2.700.000, dua unit handphone, satu ID Card, satu tas pinggang warna abu dan satu unit kendaraan beserta STNK dan kunci kontaknya. Paparnya

Kapolres Ciamis menjelaskan, modus operandi yang di lakukan oleh para tersangka yaitu tersangka mengaku sebagai agen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan memiliki data temuan terkait bantuan keuangan dari Badan Narkotika Nasional pusat tahun 2016 kepada yayasan Arrahmaniyyah yang di kelola oleh korban serta data tersebut telah di laporkan kepada APH (Aparat Penegak Hukum), sedangkan yang sebenarnya tersangka tidak memiliki identitas sebagai agen KPK dan tidak memiliki data temuan tersebut kepada pihak APH, kemudian tersangka meminta sejumlah uang dengan besaran kisaran sebanyak 20 rantang yang artinya sebanyak 20.000.000, namun pelapor atau korban hanya memiliki uang sejumlah 2.700.000 dan kemudian menyerahkan uang tersebut kepada tersangka. Jelasnya

Atas perbuatan tersebut pihak kepolisian POLRES CIAMIS mengganjar kepada kedua tersangka dengan pasal 369 ayat (1) dan Pasal 378 KHUP. (Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaaan orang lain itu atau orang lain atau supaya membuat hutang dan menghapuskan piutang di ancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun kurungan penjara)

(Pasal 378 barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nam palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun rangkaian, kebohongan orang lain untuk menyerahkan barng sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghaouskan piutang di ancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun penjara.)***Agus/Fajar

 

Leave a Reply