Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Sekitar 6 orang terdiri dari ibu – ibu yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tasik Bersatu (ARTB) Pada hari Rabu tanggal 22 September 2021 mendatangi kantor dinas pendidikan kabupaten Tasikmalaya.

Kedatangan mereka yang dikomandoi oleh Dani Romdoni selaku ketua Aliansi Rakyat Tasik Bersatu (ARTB) dan juga ketua Pakar, kedatangan mereka guna menanyakan adanya dugaan ketidak jelasan tentang pengadaan Mebeler di tingkat Sekolah Dasar se-kabupaten Tasikmalaya.

Dalam orasinya Dani Romdoni menyebutkan bahwa pengadaan mebeler di tahun 2019 dan tahun 2020 tidak jelas, sehingga sampai saat ini dari pihak dinas pendidikan belum bisa menunjukan dimana dan sekolah mana yang mendapat bantuan mebeler tersebut, untuk itu pihaknya meminta jawaban hari ini.

Saat diwawancara setelah melakukan orasinya, Dani Romdoni mengatakan bahwa pihaknya sangat kecewa akan sikap para pejabat dinas pendidikan, karena tidak satu pun mereka menampakan batang hidungnya, baik kadis, kabid dan yang lainya. Ucapnya

Lanjut Dani dengan nada tinggi, kami akan membuat laporan ke APH terkait tidak jelasnya pengadaan mebeler di tahun 2019 dan 2020, Ini jelas harus di selidiki. tegasnya

“Saya juga meminta kepada Bupati Tasikmalaya untuk mencopot kepala Dinas pendidikan beserta Kabid Dikdas karena sudah tidak punya itikad baik terhadap kami dan juga masyarakat, kami tidak akan berhenti sampai disini kami akan menggelar aksi lanjutan.” Pungkas Dani

Sementara saat media mencoba mengklarifikasi pernyataan dari pendemo tak seorangpun pejabat di dinas pendidikan yang bisa dihubungi dengan alasan kadis, kabid sedang tidak ada di tempat termasuk kasi sapras sedang keluar Bahkan pintu menuju ruang kadis dan staf pun di tutup rapat.

Lalu kemana mereka apakah tidak ada instruksi dari kadis terkait siapa staf dinas pendidikan yang ditugaskan pada saat itu? Apakah mereka bersembunyi dan lari dari hal seperti ini.

Jurnalis : Yos Muhyar

Leave a Reply