Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Kisruhnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dengan berbagai banyaknya dugaan penggiringan dan juga tanpa memperhatikan protokol kesehatan sehingga menimbulkan kerumunan serta dengan adanya perbedaan harga antara e-warung dan warung sembako biasa sampai pasar tradisional yang sangat jauh berbeda.
Akhirnya pihak Timkor Kabupaten Tasikmalaya bersama Timkor Kecamatan/Sekmat dan Camat se-kabupaten Tasikmalaya selaku pembina Timkor Kecamatan menggelar rapat kordinasi yang dilaksanakan di ruang op room gedung setda kabupaten Tasikmalaya. Selasa (01/03/2022).
Hadir dalam acara rapat kordinasi tersebut Sekertaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang juga selaku Timkor Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Mohamad Zein, Sekdis Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya dr. Hj. Eli Hendalia, M.H.Kes serta Camat dan Sekmat se-kabupaten Tasikmalaya.
Dr. H. Mohamad Zen Sekda Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, memang ini ada perubahan besar dari tadi nya BPNT non tunai sekarang menjadi Tunai, oleh karena itu masih menjadi sebuah dinamika, karena mungkin sejak mulai Desember 2021 bahkan masuk Januari 2022, itu yang biasa memenuhi dari BPNT itu sudah dipersiapkan. Ucapnya
“Namun sekarang sudah ada keputusan Dirjen penanganan fakir miskin Nomor 29, ini sudah ada acuan teknis secara utuh, nanti yang lebih teknisnya bisa ditanyakan langsung ke dinas sosial.” Jelasnya

Lanjut H.M. Zein, Maka hari ini kami undang Camat bersama Sekmat, walaupun Timkor nya Sekmat akan tetapi harus bersinergi utuh dengan pak Camat. Karena komunikasinya bukan searah, jadi Insya Allah karena sekarang sudah ada panduan dirjen tentang itu, jadi kami akan mengacu secara utuh dengan itu. Adapun ada hal-hal yang bersifat kasuistik nanti itu secara teknis oleh dinas sosial. Ungkap Sekda H.M Zein
“Karena ini adalah sebuah peralihan dari non tunai menjadi tunai, mungkin kemarin ada keharmonisan langkah – langkah para teman – teman dilapangan untuk mengkomunikasikan, masih dengan mengkomunikasikan utuh dengan e-warung. Saya rasa selama tidak menyalahi aturan tahapan dan prosedur sah – sah saja, walaupun KPM mau di belikan dimana pun sah – sah saja, mau dibelikan di e-warung sah – sah saja silahkan, hal ini sebetulnya mohon semua pihak harus memaklumi dan memahami dinamika yang ada. Paparnya
“Saya rasa untuk bulan April kedepan sudah aman, sudah clear, kemarin juga yang mendapat bantuan itu semua uang tunai.” Ujarnya
Sekda H.M Zein juga menambahkan, adapun semua itu langsung di belikan ke e-warung, tapi hanya bentuk kearifan lokal yang berjalan di lapangan, saya tidak berani menyebutkan penggiringan, karena itu hanya bangunan komunikasi – komunikasi, karena ruang yang sudah terbangun sebelumnya,” tandasnya***Day
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang