Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kota Cipanas Cianjur, analisaglobal.com — Pegiat UMKM dari Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Kota Cipanas Cianjur yaitu Nani Herawati merintis usaha produksi kue kering yang mulai berdiri sejak tahun 2002 hingga sekarang. Namun dalam perjalanan usaha miliknya, Nani tetap bertahan walaupun dunia dilanda pandemi Covid-19.
Ketika analisaglobal.com mengunjungi Nani Herawati di rumahnya, Nani mengatakan awalnya hanya menjual ke saudara dan tetangga saja, namun lambat laun sejak tahun 2018 akhirnya menggunakan sarana yang ada seperti menawarkan produk melalui akun media sosial dengan cara jualan online. Ucapnya Sabtu (27/02/21).
“Produk olahan kue kering yang saya produksi memiliki 9 varian rasa diantaranya Lidah kucing ori, Lidah kucing green tea, Lidah kucing red velvet, Putri salju, Nastar, Blue berry, Kastengel, Sagu keju, dan Chococip” Jelas Nani
Lanjut Nani menuturkan, untuk produk yang paling laku setiap tahunnya selalu berbeda, contohnya untuk tahun 2020 jenis kue Nastar dan Kastangel, lalu untuk tahun 2019 hanya jenis kue Lidah kucing green tea. Jadi setiap tahunnya tidak bisa di prediksi kue jenis apa yang paling banyak dipesan konsumen. tuturnya.
Sejak pandemi covid-19 melanda Nani memutar otak lagi agar usahanya tetap berjalan dengan cara memperluas pemasaran melalui jualan online di beberapa akun media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instragram dan ikut bergabung di grup UMKM dengan menggunakan nama akun “Senada Cookies”.
Nani pun berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya di Desa Gadog dan masyarakat Indonesia pada umumnya, meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, masyarakat tetap harus berusaha untuk memanfaatkan peluang dan jangan patah semangat namun tetap menerapkan prokes. Pesan Nani Herawati.***UBH
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang