Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Ekraf ini sangat unik, biasanya bahan baku pembuatan wayang berbahan dari kayu dan kulit. Berbeda dengan yang satu ini, wayang dibuat dari korek gas yang dikerjakan oleh seorang kreator dari Desa Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.
Pembuatan wayang dari korek gas ini terinspirasi dari salah satu grup bahan baku limbah dibuat menjadi sebuah bentuk yang bernilai seni.
“Setelah saya lihat di grup, kebanyakan dari bahan baku limbah ini dibuat sedemikian rupa berupa kendaraan dan robot. Berhubung saya suka budaya, makanya saya mencoba bikin wayang dari korek gas bekas”, ujar Yadi Darwin(41), Senin lalu (20/12/2021)
Selanjutnya, Yadi menjelaskan, kegiatan membuat wayang dari korek gas bekas ini sudah berjalan sejak satu bulan yang lalu. Pembuatan wayang ini memerlukan imajinasi sangat tinggi karena karakter yang dibuatnya harus mirip semisal membuat wayang gatotkaca disesuaikan dengan karakter wayangnya.

“Kita harus mengejar karakter wayang yang akan dibuat, bikin wayang hanoman yaitu monyet nah kita imajinasi dari korek gas harus mirip monyet”, jelasnya
Lebih lanjut, Yadi juga menambahkan, pembuatan satu unit wayang ini memerlukan waktu 1 minggu kecuali kalau ada pesanan untuk pameran satu bulan bisa menyelesaikan 10 unit wayang.
Bahan satu unit wayang menghabiskan korek gas bekas sebanyak 35 korek gas bekas yang dibeli dari pengepul barang bekas.
“Mudah-mudahan ekraf ini menjadi suatu ekraf yang bisa bergabung dengan komunitas-komunitas pecinta seni dan budaya. Saya pun sangat bersedia jika diperlukan untuk tampil mempraktekan pembuatan wayang dari korek gas. Bahkan sudah beberapa unit wayang dari korek gas yang saya buat sudah ada pesanan dari Jateng dan Jatim”, pungkasnya.***A. Yayat/A.Suryana
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang