Untuk Mengatasi Perang Cyber, Kemenkumham Luncurkan Tim Cyber Insident Response (CSIRT)

Untuk Mengatasi Perang Cyber

Lampung Selatan, analisaglobal.com —
Menyikapi perkembangan terkini di lingkungan strategis dimana ancaman cybercrime, termasuk kejahatan penyalahgunaan data, membuat semua pihak harus siap menghadapinya. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berhasil menjadi salah satu dari 25 kementerian/lembaga yang dipercayakan dalam pembentukan dan aktivasi Cyber ​​Incident Response Team (CSIRT).

Sekretaris Jenderal, Komjen Pol. Andap Budi Revianto mengatakan bahwa kita harus mempersiapkan dan merespons cyberwar, intoleransi, radikalisme, ancaman teroris, dan ancaman kriminal lainnya, baik dalam maupun luar negeri.

Kemenkumham Luncurkan Tim Cyber Insident Response (CSIRT)

“Penggunaan teknologi yang merusak peradaban bangsa sangat berbahaya bagi persatuan, kesatuan, dan demokrasi. Ini harus diatur secara terukur,” kata Andap, usai meluncurkan KUMHAM-CSIRT atau Tim Tanggap Insiden Cyber Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selasa (14/6/2022).

Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia

Andap mengatakan, sesuai amanat Presiden Republik Indonesia pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, semua pihak harus siap menghadapi ancaman kejahatan dunia maya, karena data merupakan kekayaan jenis baru di negara kita.

“Kedaulatan data harus dicapai dan tidak bisa dikompromi. Esensi regulasi itu untuk melindungi kepentingan rakyat, serta kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya di Graha Pengayoman Kemenkumham.

Selama enam bulan terakhir, telah terjadi 385.980 serangan siber atau rata-rata 2.150 serangan per hari.

“Tujuan dibentuknya KUMHAM-CSIRT adalah untuk mempertahankan diri dari segala bentuk ancaman dan tantangan serangan siber di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” terang Andap.

Ribuan serangan siber semacam itu berasal dari dalam dan luar negeri, menargetkan situs web Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, aplikasi komunikasi internal, dan aplikasi personel. Serangan pada situs web terutama dalam bentuk Melicious Session sebanyak 71%, Server Side Code Injection 21%, Melicious Scan 6%, dan 71% serangan sebagian besar berasal dari Amerika Serikat.

CSIRT adalah organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. Beberapa fungsi CSIRT termasuk menyediakan layanan reaktif, termasuk koordinasi insiden, triase insiden, dan resolusi insiden.***Edimirza

Baca Juga Menjawab Keluhan Masyarakat Perbatasan Papua, Satgas Pamtas Yonif 126/KC Laksanakan Pengobatan Door To Door 

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!