Upaya Tekan Stunting, Puskesmas Imbanagara Jalankan Program PMT Lokal

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Dalam rangka menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat, Puskesmas Imbanagara melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini menyasar anak-anak dengan berat badan stagnan, serta ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi tambahan.

Ahli Gizi Puskesmas Imbanagara, Cucu Risnawati, A.Md.Gz, menyampaikan bahwa pada termin kali ini, PMT diberikan kepada 102 balita dan 34 ibu hamil. “Alhamdulillah, meskipun sempat menghadapi beberapa kendala, program ini telah terlaksana dengan baik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa berat badan balita meningkat secara signifikan,” ungkapnya.

Pemberian makanan tambahan dilakukan secara bertahap selama 14 hingga 28 hari, tergantung pada kategori usia dan berat badan anak. Sementara bagi balita dengan gizi kurang, program dapat berlangsung hingga 56 hari. Makanan disiapkan langsung di Puskesmas oleh kader terlatih dalam empat tim, dengan pengawasan ketat untuk memastikan takaran gizi yang sesuai.

“Tujuannya agar anak-anak benar-benar memperoleh makanan yang sesuai dengan kecukupan gizinya. Selain itu, ibu-ibu juga kami edukasi melalui contoh menu kudapan bergizi yang bisa mereka terapkan di rumah setelah program selesai,” tambah Cucu Risnawati.

Baca Juga DPC APRI Angkat Bicara Terkait Penangkapan Anggotanya, Soroti Ketidaksesuaian Informasi Lokasi Penambangan

Kepala Puskesmas Imbanagara, Hj. Heni Sumarni, S.Sos, SST, MM, menambahkan bahwa program ini dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) non-fisik dari Kementerian Kesehatan. “Kami berharap semua pihak terlibat aktif agar balita tidak hanya kenyang, tapi juga benar-benar mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal. Minimal, anak-anak perlu konsumsi dua jenis protein hewani setiap hari,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya makanan segar dan bergizi dibanding makanan siap saji yang cenderung mengandung pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. “Makanan lokal justru lebih padat gizi, lebih segar, dan lebih aman bagi kesehatan anak-anak,” jelas Hj. Heni.

Melalui program PMT lokal ini, Puskesmas Imbanagara berharap mampu menekan angka stunting serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat dan bergizi sejak dini. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti sampai distribusi makanan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan baik di lingkungan keluarga. (Dods)

Baca Juga FORWAPI Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Dana PBB di Sejumlah Desa di Kabupaten Tasikmalaya

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!