Warga Desa Arjasari Geram Terhadap Program BBWS Citanduy
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Warga Desa Arjasari Geram terhadap Program BBWS Citanduy terkait proyek pekerjaan pembangunan INTAKE dan jaringan transmisi IKK di Daerah Irigasi (DI) Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya.
Diketahui Muspika Leuwisari pun tidak adanya pemberitahuan sebelum memulai pekerjaan ini. Selain itu, adanya surat pemberitahuan pun datangnya setelah dimulai pekerjaan pada beberapa hari lalu.
Sontak, pengerjaan yang dilakukan CV. Razan Bangun Nusantara sebagai pemenang tender. Pekerjaan jaringan air baku spam dengan sistem kontrak tersebut bernilai sekitar Rp. 7,4 M dengan pelaksanaan selama 8 bulan.
Terkait Pekerjaan Intake dan Jaringan IKK DI Sukarame
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
Warga masyarakat pada musyawarah yang dilaksanakan pada hari Senin siang, (23/5/2022) bertempat di Aula Desa Arjasari, meminta pihak CV. Razan Bangun Nusantara agar dihadirkan langsung untuk sosialisasi kepada wilayah yang dilewati proyek BBWS Citanduy.
Saat di konfirmasi, Mulyana (66) tokoh masyarakat Desa Arjasari menegaskan, sangat geram terhadap pemborong CV. Razan Bangun Nusantara dan BBWS Citanduy kepada masyarakat sekitar.

“Tahu-tahu ini sudah digali, tidak ada pemberitahuan,” tegasnya
“Saya sangat kecewa, karena kami yang kena dampak dari pengerjaan galian tersebut. Saya gak mau dirugikan oleh pihak pemborong,” sambung Mulyana.
Menurutnya, seandainya tanah yang digali tidak ada konvensasi untuk kepentingan umum tidak apa-apa. Tapi, ini kan ada anggaran yang cukup fantastis.
“Ulah ngarugikeun masyarakat. Kata presiden Jokowi juga mengatakan tidak akan merugikan, bahkan kalau ada apa-apa bukan ganti rugi, tetapi ganti untung,” ujar Mulyana.
Selanjutnya, Mulyana menegaskan, bahwa yang dirugikan itu masyarakat, jikalau tidak diganti rugi. Saya juga sebagai korban penggalian harus ada konvensasi kepada masyarakat dan korban penggalian lainya.
Jika tidak ada ganti rugi dari CV. Razan Bangun Nusantara, saya pun mati-matian mempertahankan hak saya dan tidak akan saya berikan. Secara hukum saya siap mengahadapi hukumnya.
“Dikarenakan surat sertifikat tanahnya ada pembelian bukan hasil tipuan, dan ini jelas akurat bahkan saya nomer satu membayar pajak di Desa Arjasari,” tegasnya.
Ia menerangkan, dari pihak BBWS Citanduy, CV. Razan Bungur Nusantara dan PDAM tidak ada sama sekali pemberitahuan kepada masyarakat.
“Bukan lalai, ini mah kita sudah tidak dianggap masyarakat teh, kepala Desa juga sudah tidak dianggap mungkin teu dihargai,” terang Mulyana.
“Untuk pembangunan proyek ini kami sangat mendukung, cuma harus ada saling menghargai dan ini kelalaian bener-bener bodoh,” ujarnya.
Sementara itu, Oki pemegang direksi pekerjaan spam Sukarame mengatakan, nanti dari sini ada surat tokoh masyarakat harus ada kejelasan.

“Pekerjaan nanti dihentikan, kami minta surat tertulis dari Desa. Apapun permasalahanya setelah dihentikan, nanti saya menindaklanjuti ke pimpinan dan memintai solusinya,” ucapnya.
Kendati demikian, Sudarna pelaksana CV. Razan Bangun Nusantara tidak begitu banyak komentar. Terakhir, sesuai kesepakatan bersama dalam musyawarah di Desa Arjasari menghasilkan poin-poin tertentu diantaranya :
Pertama, pemberhentian sementara pekerjaan yang sedang berjalan sampai ada hasil musyawarah mufakat dengan pihak pemenang tender dan BBWS.
Kedua, permintaan peta jalur yang akan dilewati galian pekerjaan di Desa Arjasari, pemasangan Police Line di sepanjang jalan garis galian.
Ketiga, permintaan diadakannya pekerja pengatur lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi. Pungkasnya.***Dede P/Day
Baca Juga Kodim 0612/Tasikmalaya Laksanakan Giat Karya Bakti Satkowil TNI Semester 1 Tahun 2022 di Cineam
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang