Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Warga Dusun Mekarsari, Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinagara, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri di kebun singkong karet, Rabu pagi (1/10/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban diketahui bernama Ibah bin Wahidin (38 tahun), warga setempat yang berprofesi sebagai wiraswasta. Ia ditemukan meninggal dengan posisi tergantung pada pohon singkong karet menggunakan tali kain berwarna biru.
Kapolsek Kawali, AKP Hj. Iis Yeni Idaningnih, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Ciamis langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari keluarga korban melalui pemerintah desa.
“Kami segera melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain jeratan pada leher korban,” ujarnya.
Kronologi bermula pada Selasa malam (30/9/2025) sekitar pukul 21.00 WIB, ketika korban tiba-tiba mengamuk di rumahnya lalu pergi tanpa kembali. Pihak keluarga sempat berusaha mencari, namun tidak berhasil menemukannya karena kondisi gelap.
Keesokan paginya, saksi pertama, Rukma (55), buruh tani, menemukan korban dalam keadaan tergantung saat hendak menyabit rumput. Ia segera melaporkan temuan itu kepada Odah (52), ibu rumah tangga, yang kemudian memberitahu keluarga serta aparat desa.
Baca Juga Pasca Insiden Keracunan di Beberapa Wilayah, BGN Nonaktifkan 56 Dapur
Petugas Puskesmas Jatinagara yang memeriksa jenazah menyebutkan korban telah meninggal sekitar 8 jam sebelum ditemukan. Luka lebam pada leher konsisten dengan jeratan tali, dan tidak ada indikasi penganiayaan. Korban juga diketahui telah mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih 6 tahun terakhir.
Polisi memastikan kasus ini murni bunuh diri. “Jenis kejadian dikategorikan sebagai meninggal dunia akibat gantung diri. Tidak ada pelaku eksternal dalam peristiwa ini,” tegas Kapolsek Kawali.
Setelah pemeriksaan awal, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga melalui surat pernyataan resmi menolak dilakukan autopsi lebih lanjut. Mereka menerima kematian korban sebagai takdir dan menegaskan tidak akan menuntut pihak manapun di kemudian hari.
“Kami dari keluarga ikhlas menerima musibah ini, karena semua manusia pasti akan kembali kepada Yang Maha Kuasa,” demikian isi pernyataan keluarga korban.
Polisi mencatat seluruh keterangan saksi dan melaporkan hasil penanganan ke pimpinan. Sementara itu, warga sekitar berharap keluarga korban diberi ketabahan menghadapi musibah ini. (Dods)
Baca Juga Santriwati Ciamis Wakili Indonesia di MQK Internasional, Dilepas Bupati Herdiat dengan Penuh Haru
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang