Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Cianjur, analisaglobal.com — Seni Pencak Silat merupakan warisan budaya asli tanah air yang perlu dijaga dan dilestarikan bagi bangsa ini, Yayasan Maenpo Cianjur (YMC), didirikan oleh Rd. H. Ibrohim Jaya Permata beralamat di Cikalong Kulon, Cianjur. Sabtu (20/03/21).
Yayasan Maenpo Cianjur (YMC) sendiri mengembangkan dan melestarikan seni pencak silat dengan nama padepokan pencak silat Maenpo yang dalam bahasa sunda berasal dari kata “Maen Poho” Yang artinya “Main Lupa”, dengan makna permainan cepat sampai lawan jadi lupa. Kata Moch Memet Sumedi, ketua YMC kepada analisaglobal.com.
Lanjut dia, pencak silat itu ada 3 macam seni, diantaranya (1). Pencak Silat Seni yang kegiatannya di iringi alat-alat musik seperti kendang, (2). Silat tradisi, yang memang di khususkan untuk bagaimana cara bertarung atau cara bertempur, dan yang ke (3). Silat Wiralaga, yaitu pencak silat untuk kejuaraan seperti dalam laga kejuaraan pencak silat dalam pesta olahraga, namun untuk Silat Wiralaga itu bukan silat murni dikarenakan ada kolaborasi dengan seni karate, wushu. Ungkapnya

“Maenpo sendiri masih menggunakan pencak silat secara murni, karena tidak ada tendangan atas, yang beralasan jika menggunakan tendangan atas menurut YMC bisa berakibat fatal atau rawan, maka di Maenpo menggunakan tendangan bawah.” Jelasnya
Lebih lanjut, Memet menambahkan, Yayasan Maenpo Cianjur berencana akan di rubah menjadi Yayasan Maenpo Nusantara, dengan tujuan agar Maenpo bisa lebih luas di kenal oleh masyarakat Indonesia.
“Ketika berbicara Nusantara, Yayasan Maenpo sendiri bisa dikenal seperti kuliner Cianjur yaitu Taucho.” Ujarnya
Memet berharap kedepannya, pencak silat Maenpo dapat bisa di terima bukan saja di Nusantara namun hingga ke mancanegara, agar budaya asli Indonesia dapat dikenal di seluruh dunia. Jangan sampai seni pencak silat direbut oleh negara luar. Maka dari itu, saya berpesan kepada anak-anak agar melestarikan budaya seni pencak silat. Pungkasnya.***UBH
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang