Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Pengelolaan Dana Desa di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan ketimpangan pembangunan serta dugaan kurangnya transparansi dalam penggunaan anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan setiap tahunnya.
Sorotan terbesar datang dari sektor infrastruktur jalan. Warga menilai, perbaikan jalan yang rusak bertahun-tahun seolah terabaikan, padahal akses jalan yang layak sangat vital untuk mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
“Sudah beberapa tahun jalan ini rusak, tapi belum juga diperbaiki. Sementara Dana Desa terus ada, kami tidak tahu digunakan untuk apa saja,” ujar salah seorang warga.
Selain itu, laporan tahunan Dana Desa yang seharusnya dipublikasikan di kantor desa pun tak pernah terpampang. Saat diminta penjelasan, jawaban kepala desa dinilai tidak memuaskan.
Padahal, UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Permendagri No. 20 Tahun 2018 secara tegas mewajibkan transparansi pengelolaan keuangan desa.
Baca Juga Bupati Ciamis Tegas: Kasus Dugaan Keracunan MBG SMPN 4 Pamarican Akan Ditindak Sesuai Aturan
Warga juga menduga adanya anggaran fiktif, khususnya pada program pemberdayaan masyarakat yang realisasinya nyaris tidak terlihat. “Kalau infrastruktur ada bukti fisiknya, tapi untuk pemberdayaan hampir tidak ada bukti nyata,” ungkap narasumber lain.

Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pun tak luput dari kritik. Warga menilai BPD lemah dalam menjalankan fungsi pengawasan dan kerap dilangkahi oleh kepala desa. Hal ini bertentangan dengan Pasal 55 UU Desa No. 6 Tahun 2014 yang menegaskan peran BPD sebagai penyalur aspirasi masyarakat dan pengawas pemerintahan desa.
Lebih ironis, dalam dua tahun terakhir terdapat alokasi anggaran untuk program internet desa, namun hingga kini wujud fisiknya tidak pernah terealisasi. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam tata kelola anggaran.
Dengan berbagai persoalan tersebut, masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa di Bojongkapol. Warga berharap ke depan pemerintah desa lebih transparan, akuntabel, dan fokus pada pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar, seperti jalan dan fasilitas publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Bojongkapol belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. (Win-Mar)
Baca Juga Warga Jatinagara Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kebun
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang