Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, H. Awan Setiawan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat sektor pertanian, ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan di Kabupaten Ciamis.
Hal tersebut disampaikan H. Awan Setiawan sejalan dengan pandangan Forum Komunikasi Mitra SPPG (FKMS) yang mendorong agar implementasi program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pangan daerah.
Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah merancang sistem sentralisasi usaha tani yang terintegrasi dengan kebutuhan dapur MBG. Dengan sistem tersebut, produksi pertanian masyarakat dapat dikelola secara lebih terarah dan memiliki kepastian pasar.
“Sentralisasi usaha tani penting agar hasil produksi petani dapat terserap secara optimal oleh dapur MBG. Ini sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani,” ujar Awan.Sabtu, (7/3/2026).
Baca Juga FKMS Ciamis Tegaskan Dukungan Program Makan Bergizi Gratis, Perkuat Kolaborasi Antar PIC MBG
Ia juga menekankan pentingnya peran kelompok tani dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian. Para petani perlu diarahkan untuk mengembangkan pola usaha tani dengan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan bahan baku dapur MBG.
Dengan demikian, petani lokal tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai pasok program MBG.
Selain itu, Awan menilai komunikasi dan koordinasi antara para pemangku kebijakan dengan pengelola dapur MBG harus diperkuat. Sinkronisasi kebijakan dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harus ada komunikasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan pengelola dapur MBG agar kebijakan yang diambil benar-benar mendukung keberhasilan program ini,” tegasnya.
Awan menegaskan, apabila dikelola secara serius dan terintegrasi, program MBG berpotensi menjadi instrumen strategis penguatan ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi pedesaan.
Menurutnya, keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok MBG akan membuka peluang pasar baru, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan di Kabupaten Ciamis. (Dods)
Baca Juga Waspada Hipoglikemia Saat Puasa, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Warga Tidak Melewatkan Sahur
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang