Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Ketua Forum Komunikasi Mitra SPPG (FKMS) Ciamis, Andi Ali Fikri, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan komunikasi yang komprehensif antara penyedia bahan pangan, pengelola dapur atau PIC MBG, serta unsur legislatif dan eksekutif.
Ia menjelaskan, FKMS merupakan forum silaturahmi antar pengelola dapur atau PIC MBG di Kabupaten Ciamis yang bertujuan memperkuat kolaborasi serta menyamakan persepsi dalam menjalankan program MBG di lapangan. Forum ini juga diharapkan tidak menjadi ajang pemanfaatan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Menurut Andi, FKMS memahami dinamika yang berkembang, termasuk pengawasan yang dilakukan DPRD Ciamis serta langkah taktis yang diambil pemerintah daerah. Ia menilai kesamaan pandangan antara pemangku kebijakan dan mitra pelaksana menjadi fondasi utama agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan.
“FKMS hadir bukan untuk berseberangan, tetapi untuk memperkuat barisan. Kami memahami bahwa tantangan dalam pemenuhan komoditas lokal membutuhkan kerja kolektif. Karena itu, kami siap berkolaborasi secara teknis maupun strategis dengan Pemkab Ciamis, DPRD, serta seluruh PIC MBG di lapangan agar visi besar program ini dapat tercapai sesuai harapan nasional,” ujar Andi dalam pernyataan resminya, Jumat (6/3/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, FKMS juga menawarkan skema kolaborasi yang mengacu pada data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Ciamis. Salah satunya melalui harmonisasi suplai berbasis zonasi, dengan memetakan kebutuhan dapur MBG agar terhubung langsung dengan sentra produksi pertanian yang telah ditetapkan dalam RT/RW.
Baca Juga PLN Tasikmalaya Salurkan Sembako dan Santunan Anak Yatim di Desa Kertaraharja
Beberapa di antaranya seperti sentra perikanan di wilayah Panumbangan dan Sindangkasih, serta sentra peternakan dan hortikultura yang tersebar di wilayah selatan dan utara Kabupaten Ciamis.
Selain itu, FKMS berkomitmen menjadi jembatan komunikasi antara pengelola dapur MBG dengan para petani lokal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar kualitas dan kuantitas bahan pangan tetap terjaga, sehingga pengelola dapur dapat menyerap produk hasil pertanian masyarakat Ciamis secara optimal.
Tidak hanya itu, FKMS juga siap melakukan pendampingan kepada petani dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mendorong pertanian organik serta menekan biaya produksi melalui kemandirian input pertanian.
“Dengan biaya produksi yang lebih efisien, komoditas lokal Ciamis akan memiliki daya saing harga yang kuat tanpa mengabaikan kualitas gizi. Ini tentu akan memberi manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.
Andi menilai program MBG menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Ciamis. Program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang pasar bagi para petani serta pelaku usaha pangan lokal.
“Dengan komunikasi yang terbuka dan komprehensif, manfaat program MBG akan dirasakan oleh semua pihak, mulai dari anak-anak yang mendapatkan gizi terbaik hingga para petani yang memperoleh kepastian pasar,” katanya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mewujudkan kedaulatan pangan daerah.
“FKMS siap bersinergi, siap memberikan solusi, dan siap bekerja keras bersama Pemerintah Daerah demi masa depan generasi Ciamis yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya. (Dods)
Baca Juga PLN UID Jawa Barat Nyalakan Harapan 321 Keluarga Lewat Program Light Up The Dream di Bulan Ramadan
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang