Bandung, analisaglobal.com – Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Bagi Prof. Dr. H. Awan Setiawan, S.Kom., MT., IPM., pencapaian sebagai Guru Besar bidang Teknik Informatika di Universitas Langlangbuana (UNLA) pada Januari 2026 merupakan buah dari perjalanan panjang penuh kerja keras, pengabdian, dan ketekunan selama puluhan tahun.
Lahir dan tumbuh di kaki Gunung Papandayan, suasana alam yang keras dan sejuk diyakini membentuk karakter tangguh dalam diri Prof. Awan. Dari tanah kelahirannya itu, ia memulai langkah menuju dunia pendidikan dengan menempuh sekolah menengah di MTs Al-Burhan Bandung, sebuah lembaga pendidikan yang kala itu baru berdiri.
Kuliah Sambil Bekerja, Bukti Etos Juang
Perjalanan hidup Prof. Awan menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Pada tahun 1980, ia memulai karier sebagai tenaga kependidikan di Program Studi Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB).
Di tengah kesibukan bekerja, ia tetap melanjutkan pendidikan di SMA Pembangunan, kemudian meneruskan kuliah pada tahun 1986 di Teknik Informatika ST INTEN Bandung. Siang hari mengabdi kepada institusi, malam hari menimba ilmu. Pola hidup disiplin itulah yang menjadi fondasi kesuksesannya.
Dedikasi tersebut terus berlanjut saat ia menjalani tugas administrasi di lingkungan ITB pada periode 1991 hingga 2003. Pengalaman mengelola sistem akademik dan tata kelola kampus menjadi modal besar yang kemudian mengantarkannya mendalami bidang Manajemen Sistem Informasi.
Konsultan Nasional dan Penggerak Transformasi Digital
Kemampuan Prof. Awan tak hanya diakui di dunia kampus. Sejak tahun 2000, ia aktif sebagai konsultan teknologi informasi di berbagai instansi strategis nasional.
Baca Juga FEB UNLA Sosialisasikan Pengembangan SDM Dalam Pemasaran Digital Pada Pengusaha Tanaman Hias
Jejak profesionalnya tercatat dalam pengembangan sistem di Universitas Indonesia, pendampingan berbagai Dinas Komunikasi dan Informatika di sejumlah daerah, hingga keterlibatan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan.
Pengalaman lintas sektor itu semakin memperkaya kapasitasnya saat dipercaya menjadi Manager Akademik SBM ITB periode 2003–2020 serta Kasubag Akademik SITH ITB pada 2020–2021.
Inovator di UNLA: Sampah Harus Tuntas di Sumbernya
Meski memiliki kiprah luas, loyalitas Prof. Awan terhadap Universitas Langlangbuana tak pernah pudar. Sejak 1994, ia terus mengabdi hingga kini dipercaya menjabat sebagai Ketua LPPM UNLA.
Salah satu inovasi penting yang lahir dari tangan dinginnya adalah teknologi NEIS N50 Turbocyclon (KRAS-1), sistem pengolahan sampah berbasis IoT yang mampu memantau suhu ekstrem 800°C hingga 1200°C serta emisi secara presisi.
Pada momen pengukuhannya sebagai Guru Besar, Senin (27/04/2026), Prof. Awan menyampaikan gagasan besar soal penanganan lingkungan.
“Bukan lagi sekadar buanglah sampah pada tempatnya, tetapi habiskan sampah di sumbernya. Dengan niat baik dan air bersih, kita bisa menyelesaikan persoalan lingkungan tanpa mewariskan residu kepada generasi mendatang.”
Simbol Ketekunan dan Integritas
Gelar profesor yang diraihnya menjadi kado atas pengabdian selama 46 tahun. Dari seorang pemuda sederhana di kaki gunung, bekerja sambil sekolah, menjadi konsultan IT nasional, hingga akhirnya menyandang jabatan akademik tertinggi.
Kisah Prof. Dr. H. Awan Setiawan, S.Kom., MT., IPM. menjadi bukti bahwa integritas, kesabaran dalam proses, dan semangat belajar tanpa henti adalah jalan nyata menuju puncak keberhasilan. (Red)
Sumber : Prof. Dr. H. Awan Setiawan, S.Kom, MT, IPM
Baca Juga Dies Natalis ke-44 UNLA, Resmikan Teknologi N50 Turbocyclon KRAS-01 dan Kukuhkan Dua Guru Besar
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang