Viral…!!! Warga Bawa Anak Sakit Mengaku Tak Dilayani, Tumpukan Jerigen di SPBU Cipatujah Picu Kecurigaan

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Sebuah video yang beredar luas di media sosial TikTok memicu sorotan publik terhadap pelayanan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang diduga berlokasi di wilayah Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Senin (10/08/2026)

Dalam video tersebut, seorang pelanggan mengungkapkan kekecewaannya setelah diduga tidak mendapatkan pelayanan meski telah tiga kali ikut mengantre untuk membeli BBM. Situasi tersebut semakin menjadi perhatian karena pelanggan mengaku akan membawa anaknya yang tengah sakit.

Unggahan itu sontak memancing reaksi keras dari sejumlah netizen. Mereka mempertanyakan standar pelayanan SPBU kepada masyarakat, khususnya ketika konsumen telah mengikuti antrean dan membutuhkan BBM untuk keperluan mendesak.

Namun, persoalan tidak berhenti pada dugaan penolakan pelayanan. Dalam video yang beredar, tampak pula sejumlah jerigen yang disebut-sebut digunakan untuk pembelian BBM. Kemunculan tumpukan jerigen tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai mekanisme penyaluran BBM di SPBU Cipatujah tersebut.

Netizen mempertanyakan apakah pembelian menggunakan jerigen tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk mengenai siapa yang diperbolehkan membeli BBM menggunakan wadah tertentu, untuk kepentingan apa, serta bagaimana pengawasannya.

Baca Juga DPMPTSPTK Cek Legalitas Tempat Potong Ayam di Desa Cisayong, Nama Perusahaan Mitra Nanjung Belum Berizin

Jika benar terjadi pembelian BBM menggunakan jerigen tanpa dasar atau prosedur yang diperbolehkan, persoalan ini tentu perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Sebab, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang transparan dan perlakuan yang adil saat mengakses BBM.

Pertanyaan publik kini mengarah pada dua hal: mengapa konsumen yang mengaku telah tiga kali mengantre justru tidak mendapatkan pelayanan, sementara pada saat yang sama terlihat adanya tumpukan jerigen di area SPBU?

Apakah terdapat prosedur khusus yang menyebabkan konsumen tersebut tidak dilayani? Ataukah ada mekanisme penyaluran BBM tertentu yang belum diketahui masyarakat? Hal tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak pengelola SPBU agar tidak berkembang menjadi asumsi liar di tengah masyarakat.

Sebab, viralnya video ini bukan semata soal antrean BBM. Lebih jauh, publik sedang mempertanyakan keadilan pelayanan, transparansi penyaluran BBM, dan pengawasan terhadap praktik pembelian BBM di tingkat SPBU.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan lebih lanjut atau tanggapan resmi dari pihak SPBU dan instansi terkait untuk memastikan fakta sebenarnya di balik video yang viral tersebut. (AD)

Baca Juga Tambak Udang Tasik Selatan Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Aktivis Pertanyakan Pengawasan Pemkab Tasikmalaya

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!