Puncak Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya, FPP Apresiasi Sinergi Lintas Lembaga

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri, pesantren, dan ulama dalam pembangunan masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara Forum Pondok Pesantren, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, dan Kementerian Agama.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan mengandung nilai edukasi, keagamaan, sosial, serta penghormatan terhadap jasa para ulama dan sesepuh pesantren yang telah berkontribusi besar dalam membangun pendidikan Islam di Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Ade Suryaman, M.Pd., dari Pondok Pesantren Nurul Iman, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan HSN 2026 dapat terlaksana dengan lancar berkat dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.

“Alhamdulillah, berbagai kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 dapat terlaksana dengan lancar. Kami berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Agama untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Menurut KH. Ade Suryaman, rangkaian kegiatan dimulai sejak 13 Oktober 2026 melalui kegiatan *ziarah tus shoyib*, yakni silaturahmi dan ziarah ke makam para sesepuh serta pendiri pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mengenang perjuangan para ulama dalam mengembangkan pendidikan pesantren.

Sejumlah makam ulama dan tokoh pesantren dikunjungi dalam rangkaian ziarah tersebut. Di antaranya makam Mama Ruhiyat dan KH. Ilyas di kawasan Cipasung, dilanjutkan ke makam KHZ. Musthafa. Rombongan kemudian berziarah ke makam KH. Muhammad Toha dan KH. Isyak Farid di Cintawana, serta Mama Haji Agan Aon di Mangunreja.

Ziarah juga dilakukan ke kawasan Sariwangi, termasuk makam KH. Shahbandi dan KH. Umar Sanusi, Pondok Pesantren Cilenga, Pesantren Peuteuyjaya yang berkaitan dengan Abd Tauhid, serta sejumlah lokasi pesantren lainnya.

Selain ziarah, rangkaian peringatan HSN 2026 di Kabupaten Tasikmalaya diisi dengan seminar edukasi, berbagai perlombaan, kegiatan sosial, dan upacara puncak Hari Santri Nasional. Perayaan kemudian ditutup dengan hiburan yang menghadirkan Gita KDI dan Ahmed Uye.

KH. Ade Suryaman menjelaskan bahwa berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memaknai Hari Santri secara lebih luas. Tidak hanya mengenang jasa para ulama dan sesepuh pesantren, momentum ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antarpesantren, menambah wawasan santri, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Forum Pondok Pesantren, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, dan Kementerian Agama yang turut mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.

Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam mendorong keberlangsungan kegiatan keagamaan dan pendidikan pesantren. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan Hari Santri semata, tetapi dapat terus berlanjut dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi pesantren dan masyarakat.

Baca Juga Hari Santri 2026, Bupati Ciamis: Santri Harus Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas

Hari Santri Nasional menjadi pengingat atas kontribusi para santri dan ulama dalam perjalanan sejarah bangsa. Pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penanaman nilai moral, serta penguatan kepedulian sosial.

Melalui peringatan HSN 2026, para santri diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan tantangan globalisasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, akhlak, serta tradisi luhur pesantren.

KH. Ade Suryaman berharap semangat Hari Santri dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ukhuwah, serta keterlibatan santri dalam berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya rangkaian puncak peringatan pada Kamis, 22 Oktober 2026, Forum Pondok Pesantren Kabupaten Tasikmalaya berharap kolaborasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Agama semakin kuat. Dengan demikian, pesantren dan santri dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, peduli terhadap sesama, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan. (Win–Mar)

Baca Juga 8 SPPG di Ciamis Kena Suspend, 6.600 Penerima Manfaat Terdampak

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!