Ada Apa Dengan Pembangunan Rehab Gedung SMAN 6 Kota Tasikmalaya ?
Kota Tasikmalaya, analisaglobal.com — Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari provinsi Jawa Barat dalam menunjang sarana dan prasarana untuk pendidikan sudah mulai dikerjakan di beberapa sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut, seperti untuk ruang kelas belajar siswa dan lainnya.
Seperti hal nya SMAN 6 Kota Tasikmalaya yang mendapatkan anggaran DAK tersebut, namun dengan adanya pembangunan tersebut, Pihak Sekolah SMAN 6 Tasikmalaya yang berlokasi di Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang kota Tasikmalaya, sukar untuk ditemui dan enggan dikonfirmasi diduga pihak sekolah alergi wartawan.
Hal itu terjadi ketika beberapa awak media online menyambangi Sekolah tersebut yang kebetulan mendapatkan progam DAK dari Pemerintah, sebagai alat kontrol sosial yang mencari dan menggali informasi untuk bahan publikasi sesuai kode etik Jurnalistik. Selasa (09/08/2022).
Namun ketika di pos security sekolah, salah satu petugas security menanyakan Surat tugas beserta legalitas KTA ( Kartu Tanda Anggota) bahkan meminta identitas diri KTP, lalu mengumpulkan dan membawanya untuk diperiksa ke ruangan tamu. Dengan perilaku security/satpam seperti itu membuat ketersinggungan para awak media.
Sebelumnya salah satu awak media online datang ke Sekolah tersebut dan menanyakan ke salah satu pekerja bangunan terkait aset negara salah satunya genting, menurut keterangan tukang bangunan mengatakan bahwa genting itu pak sudah ditukar tambah sama yang baru, untuk lebih jelasnya silahkan bapak ke wakasek sarana dan prasarana, karena saya mah disini cuma kerja,” ujarnya Senin (01/08/2022).
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia

Ditempat terpisah saat dikonfirmasi awak media dengan adanya dugaan tukar guling aset, perwakilan dari salah satu guru SMAN 6 Kota Tasikmalaya bagian kesiswaan yaitu Nandar Setiamulyadi mengatakan Karena saya sebagai Wakasek ke-siswaan jadi untuk yang berhak menjawab itu bagian humas ataupun ke panitia pelaksana pembangunan, jadi saya tidak punya hak untuk menjawab masalah pekerjaan. Dan memang nanti untuk konfirmasi lebih baik ke yang punya hak nya saja, saya kan tidak punya hak untuk menjawab, “Takut Salah”. Ungkapnya. Rabu (10/08/22).
Pihak Sekolah Sukar Ditemui
Akan tetapi untuk hal tersebut, nanti kita sampaikan, tapi tidak menjanjikan bisa atau kapan bisa bertemunya, karena kan memang untuk jam-jam seperti ini beliau sedang mengajar, adapun untuk bertemu atau janjian biasanya hari Sabtu, karena itu kan jam kita untuk tidak ada pembelajaran, jadi untuk di pertemukan saat ini sangat mengganggu aktivitas KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Imbuhnya.
Di singgung prihal terkait pengambilan KTA oleh pihak sekolah, pihak sekolah melalui Wakasek ke-siswaan menyampaikan, pada hari ini saya ataupun secara kekeluargaan memohon maaf atas perlakuan dari pihak kami sekolah, “karena mungkin mereka juga baru di latih ataupun dididik seperti itu, makanya kami sebagai pihak sekolah memohon maaf atas perlakuan yang kurang meng-enakan kepada para awak media. Pungkasnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, diharapkan pihak terkait ataupun pihak inspektorat provinsi dan APH (Aparat Penegak Hukum) untuk segera turun tangan dan segera memeriksa atas dugaan tersebut, sehingga dugaan adanya indikasi tukar guling aset yang mengarah kepada dugaan indikasi korupsi dapat dicegah sejak dini, karena walau bagaimana pun Korupsi adalah musuh bersama.
Adapun sampai berita ini diturunkan, pihak ibu Robiah selaku penanggungjawab dalam pembangunan tersebut belum bisa dimintai keterangan ataupun belum dapat di konfirmasi, karena dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) belum memberikan jawaban sepatah katapun. (AM)
Baca Juga Atasi Gangguan Akibat Tiang Roboh, PLN ULP Karangnunggal UP3 Tasikmalaya Terjunkan 20 Personil
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang