Pembangunan Ruang Guru TK Al-Ghazali Jamanis, Diduga Pokmas Kurangi Kualitas Bahan dan Tidak Mengacu RAB

Pembangunan Ruang Guru TK Al-Ghazali Jamanis

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Sarana pembangunan untuk menunjang pendidikan melalui infrastruktur ruang kelas untuk belajar ataupun ruang guru dan ruang lainnya guna meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi ataupun pemerintah daerah.

Seperti hal nya TK Al Ghazali di wilayah kecamatan Jamanis kabupaten Tasikmalaya yang mendapatkan anggaran DAK untuk pembangunan ruang guru, ruang kepala sekolah dan ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), dengan besar anggaran Rp. 200.908.000 yang dilaksanakan oleh Pokmas (Kelompok Masyarakat).

Namun sangat disesalkan ketika analisaglobal.com berkunjung ke sekolah TK tersebut, dimana adanya dugaan pengurangan kualitas pekerjaan dengan mencampur semen dan kalsium dengan dalih karena harga material yang mahal dan membengkak untuk saat ini.

Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia

Diduga Pokmas Kurangi Kualitas Bahan dan Tidak Mengacu RAB

H. Yaya selaku Pokmas saat dikonfirmasi di rumahnya mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut sudah dilaksanakan hampir ±1bulan, dan melibatkan pekerja hanya 5 orang untuk membangun ruangan tersebut, karena dengan anggaran yang terbatas. Ucapnya, Rabu (10/08/22).

analisaglobal.com pun menanyakan terkait adanya dugaan mengurangi kualitas bahan, apakah sudah sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya) atau tidak, sehingga mencampur adukan semen dengan kalsium ?

Semen Rajawali dan Kalsium di Lokasi Pekerjaan TK Al – Ghazali Jamanis. Rabu (10/8/22) AM/analisaglobal.com

H. Yaya mengungkapkan bahwa untuk masalah RAB itu untuk harga sekarang sangat jauh berbeda, dan juga untuk campuran kalsium dan semen mungkin tahu sendiri harga sekarang seperti apa, dan juga biasanya di kampung – kampung itu suka memakai kalsium sehingga nantinya rapat sama dinding. Ungkapnya.

“Adapun dengan mempekerjakan hanya 5 orang, karena anggarannya juga turunnya per termin jadi daripada tidak terkejar oleh biaya mending seadanya, dan ketika nanti tidak selesai pun atau menggantung paling biarkan saja toh anggarannya juga tidak akan cukup, paling kedepannya swadaya saja.” Pungkasnya.

Dengan adanya hal tersebut, dimana pihak Pokmas yang diduga seenaknya tanpa memperhatikan juklak juknis ataupun RAB, diharapkan pihak dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan kabupaten Tasikmalaya untuk segera melakukan peninjauan ke lokasi sekolah, serta pihak Inspektorat dan APH (Aparat Penegak Hukum) turun tangan dengan adanya hal tersebut dimana dengan perilaku Pokmas yang seenaknya tentu akan merugikan pada kualitas bangunan yang melibatkan uang negara. (AM)

Baca Juga Ada Apa Dengan Pembangunan Rehab Gedung SMAN 6 Kota Tasikmalaya ? Pihak Sekolah Sukar Ditemui

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!