Pangandaran, analisaglobal.com –  Di saat masa pandemi sejak awal 2020 tahun lalu tentu sangat berdampak pada lini sektor terlebih dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.

Pemerintah tentu sangat faham akan kesulitan warga masyarakatnya, hal ini dibuktikan dengan memberikan bantuan mulai dari bantuan sosial, pelaku UMKM, hingga pelunakan cicilan kepada kreditur atau nasabah.

Berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang ga bisa lepas dari perekonomian dalam misalnya perbankan tentu sangat membantu dalam memenuhi keinginan usahanya untuk lebih berkembang bahkan diharapkan maju.

Namun demikian tentu ada plus minus yang dirasakan nasabah, banyak nasabah juga yang merasa dirugikan oleh pihak perbankan. Kasus ini dirasakan oleh Andriansyah warga masyarakat Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

Andri menuturkan bahwa sebelumnya mengajukan permohonan pinjaman KUR di Bank BRI sebesar Rp 10.000.000,-, namun setelah pelunasan dirinya akan mengajukan pinjaman lagi ke pihak Bank lain, namun permohonan di tolak oleh pihak Bank tersebut karena masih ada tunggakan sebesar Rp 3.000,- yang ternyata masih ada di BI Checking.

“Jujur saya merasa dirugikan padahal pelunasan kredit sudah lunas, namun masih ada tunggakan sebesar tersebut. Dirinya memang pernah telat bayar sekitar semingguan dari tanggal jatuh tempo di bulan Agustus, tapi kan semua sudah lunas ko bisa masih di blacklist oleh BI Checking”, ujarnya.

Sebelumnya sudah koordinasi kepada Mantri BRI Risna melalui pesan singkat WhatApps (WA), yang pada intinya suruh menemuinya ke Kantor BRI Cintakarya.

Namun Kekecewaan tersebut tentu membuat dirinya sangat merasa dirugikan dan pencemaran nama baiknya.

“Percuma ka Bank oge angger moal meunang ngalawan Bank mah (Red : sia – sia ke Bank juga tetap tidak akan menang melawan pihak Bank)”.

Kalaupun dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan konsumen berhak mendapat advokasi dan perlindungan serta upaya penyelesaian sengketa. Hal ini tidak menurutnya percuma dan sia – sia saja, karena selaku masyarakat kecil bisa apa dan pasrah, pungkasnya. (***TIM)

Leave a Reply