Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,- Munculnya permasalahan tentang mobil pelayanan masyarakat Desa sukasukur ketika mantan kades sukasukur Agus menghubungi analisaglobal.com meminta bantuan untuk menyelesaikan permasalahan keuangan yang di pakai untuk membeli satu unit kendaraan Roda 4 berjenis APV.
Menurut Agus (mantan kades-red) melalui sambungan selulernya menjelaskan, pengadaan satu unit kendaraan APV bernomor polisi D 1598 HR tersebut sebesar 15 juta dan menggunakan uang dirinya pribadi dan untuk kwitansi serta bukti lainya ada, juga disaat transaksi di saksikan oleh JN Selaku kadus di desa sukasukur dan salah seorang perangkat Desa lainya. tidak banyak yang saya tuntut selain pihak Desa mengganti uang tersebut. jelas Agus.
Sementara JN selaku saksi saat di konfirmasi ditempat tinggalnya beberapa waktu lalu mengungkapkan kalau uang pengadaan untuk mobil tersebut adalah uang kas desa jadi apabila mobil di ambil akan menjadi permasalahan dengan warga. ungkapnya.
Berbeda pengakuan dengan agus (mantan Kades-red) bahwa pihaknya tidak akan mengambil mobil tapi meminta hak dirinya terkait uang sebesar 15 juta tersebut. pengakuan JN Selaku saksi tidak jelas dan berubah-rubah saat analisaglobal.com meminta penjelasan kepada ketua BPD dan PJS mereka sangat pro aktif serta siap menjembatani permasalahan tersebut dan sudah memahami duduk permasalahan yang terjadi. akan tetapi lagi-lagi JN memberi pendapat nyeleneh bahwa sebagian uang untuk pengadaan mobil tersebut adalah pinjam dari koprasi dan di angsur oleh Desa.
Pengakuan terakhir JN pada hari Kamis (29 April 2021) bahwa betul uang yang 10 juta dibayar oleh Agus (mantan kades-red) akan tetapi tidak tahu darimana uang tersebut, sedangkan yang 5 juta dari koperasi dan bersikukuh diangsur oleh desa, pendapat JN tersebut diungkapkan di depan sekdes sukasukur akan tetapi saat di pertanyakan tentang bukti angsuran sebagai bukti pembayaran baik sekdes maupun staf desa tidak mengetahui serta tidak bisa menunjukan bukti angsuran tersebut. Mendapat jawaban tersebut JN lagi-lagi mengarahkan analisaglobal.com untuk menghubungi petugas koperasi.
Sementara Sekdes sendiri menuturkan bahwa permasalahan tersebut sudah menjadi agenda dan akan di musyawarahkan dalam waktu dekat. tutur sekdes.***YM/Nur
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang