Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Pemerintah masih melanjutkan program BLT UMKM pada tahun 2021. BLT UMKM tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat pada situasi pandemi Covid-19 dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Penyaluran Bantuan UMKM atau BLT UMKM yang kerap disebut Banpres BPUM kali ini melalui bank BNI dan BRI sebesar Rp 1,2 juta rupiah. Penerima merupakan peserta yang telah menerima bantuan UMKM Rp 2,4 juta sebelumnya di tahun 2020. Penyaluran dilakukan sejak 31 Maret 2021, Pemerintah dalam menyalurkan Bantuan UMKM Banpres BPUM bekerjasama dengan pihak Bank BRI dan BNI sebesar Rp 1,2 juta rupiah.
Namun dengan adanya bantuan UMKM tersebut sangat di sesalkan seperti yang terjadi di Desa Ciawi kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya yang diduga adanya pemotongan kepada penerima oleh oknum.
Menurut salah satu sumber warga desa Ciawi penerima bantuan UMKM yang disalurkan melalui Bank BRI menuturkan, bahwa untuk pencairan dari UMKM dirinya tidak mendapatkan secara utuh karena adanya potongan atau jasa pencairan. tuturnya
“Untuk pencairan dilakukan secara kolektif, dan disitu ada uang jasa, makanya kami tidak menerima secara utuh.” Jelasnya

Dilain pihak menurut Ketua DPK APDESI Ciawi yang juga kepala Desa Pakemitan Yanto Susanto, SH mengatakan, bahwa dengan adanya rumor pemotongan Banpres BPUM di wilayah Desa Ciawi memang sudah beredar luas dan membuat gaduh juga, dan saya selaku APDESI akan mengkonfirmasi melalui kepala desa nya nanti. Ucapnya
“Agar lebih jelas tentang benar atau tidaknya, silahkan saja datang dan konfirmasi langsung ke kepala desa Ciawi, sehingga permasalahan dugaan pemotongan Banpres UMKM tersebut cepat terselesaikan.” tandasnya

Saat dikonfirmasi oleh analisaglobal.com kepada Sopyan Nurul Hadi, S.Sy, selaku kepala Desa Ciawi, dirinya mengatakan bahwa memang benar adanya tentang rumor pemotongan bantuan (Banpres UMKM) oleh salah satu oknum di wilayah desa Ciawi. Ucapnya Kamis (29/04/21).
“Saya sudah mengumpulkan semua perangkat Desa, dan untuk perangkat saya pastikan tidak ada yang terlibat dalam pemotongan bantuan UMKM, hanya saja menurut informasi dari kepala wilayah/punduh bahwa yang melakukan pemotongan ada salah satu oknum warga kami.” Jelas Kades Sopyan
Lanjut Kades Sopyan menuturkan, pihak Bank BRI pun sudah menginformasikan ke pihak pemdes Ciawi, dan menanyakan bahwa oknum tersebut apakah perangkat desa/punduh ? dan kami tegaskan bahwa oknum tersebut bukan perangkat desa kami akan tetapi warga biasa desa Ciawi. tuturnya
“Untuk tindakan yang akan kami lakukan selaku pemerintah desa, kami akan segera memanggil oknum tersebut, karena oknum tersebut sudah membuat kisruh di masyarakat dan juga mencemarkan nama baik pemerintahan desa Ciawi, serta diduga oknum nya ada beberapa orang, dan menurut informasi dari kepala wilayah/punduh yaitu warga dari kepunduhan Kaum Kaler dan kepunduhan Nampong.” Ungkapnya
Kades Sopyan berharap, dengan banyaknya bantuan untuk warga diharapkan warga bisa menerima dengan mutlak tanpa adanya potongan sedikitpun, karena itu sudah menjadi hak yang mendapatkan, serta saya juga sudah instruksikan kepada semua perangkat desa, jangan sampai melakukan pemotongan dari bantuan apapun untuk masyarakat. karena kita pelayan masyarakat yang sudah digaji, jadi jangan mengambil hak orang lain. pungkasnya***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang