Ani Rusmana : Imtaq Dan Iptek Harus Seimbang, FPPKH Sukaresik Selenggarakan Sekolah Ibu di Waterboom Sukahaji

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Sebagai tindak lanjut dari kegiatan seminar sehari tentang Sekolah Ibu, yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Sukaresik, 12 Februari lalu. Forum Pendamping PKH telah merealisasikan aksi nyata, yakni penyelenggaraan Sekolah Ibu Periode I yang dilaksanakan di wilayah Desa Tanjungsari.

Launching acara ini di buka oleh Kasi KESOS mewakil Camat Sukaresik, Any Rusmana , S.Sos., M.Si., dan di sambut pula oleh Enok Yeni Farida, S.Ag., M.Pd., selaku Ketua TP. PKK Kecamatan Sukaresik, Ketua TP. PKK Desa Tanjungsari, Staff Kecamatan dan 7 orang Pendamping PKH se-Kecamatan Sukaresik.

Ketua TP PKK Kecamatan Sukaresik sangat menyambut dan mendukung kegiatan Sekolah Ibu ini. Ia berpesan kepada para peserta agar mengikuti acara ini sampai tuntas agar peserta mampu menjadi IBU CERDAS KELUARGA BERKUALITAS.

“Pokoknya kegiatan ini The Best, konsep ini sangat teruji karena sudah di jalankan se-Priangan Timur, saya sering mengikuti beritanya di medsos”, ujar Enok Yeni Farida, S.Ag, M.Pd.

Sementara KASI KESOS, Ani Rusmana, S.Sos, dalam sambutan dan launching kegiatan ini menyatakan bahwa Program Sekolah Ibu ini adalah murni curah gagas dari Program Kasi Kesos bekerjasama dengan pihak ke 3, yakni LPMP Eo Wahana Edukasi Sukahaji Waterboom yang di tawarkan kepada lembaga pemberdayaan masyarakat yang ada di wilayah kerja Kecamatan Sukaresik.

Biaya swadaya mandiri dan shodaqoh para trainer Sekolah Ibu, untuk tahap awal, kita akan menyelenggarakan Sekolah Ibu di 8 desa khusus bagi KPM PKH. Lalu untuk pengurus inti TP. PKK Kecamatan Sukaresik.

“Para kader PLKB dan nantinya merambah ke anggota Karang Taruna dan LSM siapa yang mau sekarang sudah ada di Kecamatan Sukaresik”, ujarnya.

Selanjutnya, Ani sangat antusias menggerakkan program ini dengan asumsi bahwa bonus demografi 2030 wajib disikapi dengan serius. Ketika peran ibu tidak di tingkatkan kualitas pemahaman IPM, IPK dan IDBnya, maka akan membawa masalah besar untuk bangsa ini.

“Khususnya untuk warga Sukaresik, angka usia produktif meningkat tajam, maka kesiapan mental spiritual/IMTAQ dan Iptek wajib seimbang. Agar tidak ada terjadi kejahatan social yang tidak di harapkan”, jelas Ani Rusmana.

Sementara itu, ketua Forum Pendamping PKH, Usep Hendra Nurjaman, S.H atau Abah Azri sapaan akrabnya mengatakan sekolah ibu ini di jalankan selama 8 kali pertemuan, kurikulumnya meliputi Spritual Question, Psikologi Perkembangan Anak, Manajemen Keluarga, Kesehatan, Ice Breaking, Stunting dan Thibb Nabawy.

Konsep pelaksanaan secara teknis, di jabarkan oleh Founder/Trainer Sekolah Ibu, Susan Nurhayati, S.Pd.,M.Pd mewakili LPMP Sukahaji.

“Acara ini di ikuti oleh 70 anggota KPM PKH Desa Tanjungsari, targetnya selesai selama 2 bulan dan akan dilanjutkan lagi ke KPM Desa lainnya”, pungkas Abah Azri***A.Yayat/A.Suryana

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!