Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kota Cipanas Cianjur, analisaglobal.com — Sesuai dengan namanya, bank sampah merupakan sebuah konsep pengumpulan sampah baik sampah kering maupun basah yang dikelola layaknya seperti perbankan.
Uniknya lagi, setiap warga di bukakan rekening bank untuk setiap sampah yang di jual pembayarannya akan masuk ke rekening. Sehingga setiap warga akan memiliki tabungan yang hasil tabungannya di isi dari sampah yang dibeli oleh bank sampah Ciguntur.
Sule Sugandi warga dari Dusun Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kota Cipanas selaku manager bank sampah mengatakan, konsep mendirikan bank sampah di Ciguntur adalah menciptakan lingkungan menjadi bersih, menambah penghasilan bagi warga, dan menjadikan sebuah unit usaha yang di miliki daerah ini. Ucapnya Senin (01/03/21)
Menurut Aspat Apollo selaku penasihat bank sampah Ciguntur sekaligus sesepuh Dusun Ciguntur menambahkan, sampah merupakan suatu masalah bagi lingkungan sehingga kami bersama warga berfikir untuk menangani sampah. Maka dari itu, kami menarik sampah dari warga yang telah dipilah untuk dibeli oleh bank sampah Ciguntur. Dari sampah yang terkumpul untuk sampah organik kami jadikan pakan untuk magot yang sebelumnya kami bangun terlebih dulu peternakan magot dan untuk sampah anorganik kami kumpulkan untuk dijual ke pengepul. Kata Aspat Apollo,
Bank sampah Ciguntur berdiri sejak bulan November 2020 yang lalu, memiliki gagasan tersendiri untuk mengangkat perekonomian warga dengan cara pengolahan sampah yang menjadikan nilai tambah untuk warganya.

Selain itu, Aspat Apollo mengatakan “dengan berdirinya bank sampah di Dusun Ciguntur ini merupakan pelopor bahkan menjadi salah satu barometer percontohan untuk sektor penggerak perekonomian warga sekaligus mengurangi pengangguran dengan usaha pengolahan sampah”. Jelasnya.
Aspat Apollo menambahkan, dari hasil tabungan yang di miliki warga dalam jangka satu (1) sampai dua (2) tahun, jika sudah terkumpul bisa dijadikan untuk biaya qurban. Tergantung keinginan warga jenis hewan apa yang akan dipakai untuk qurban nanti tinggal di kalkulasikan dari total tabungannya.
Disamping meningkatkan perekonomian warga, Aspat berencana mengembangkan usaha bank sampah Ciguntur dengan menjadikan sampah anorganik untuk diolah menjadi biji plastik yang sementara ini masih dijual ke pengepul.
“Bank sampah Ciguntur menjadi barometer pengolahan sampah di Kabupaten Cianjur yang memiliki konsep pengolahan sampah dikelola setiap RT, serta sebagai warga Ciguntur mengucapkan terimakasih kepada Muhamad Faisal, S.H. yang telah memberikan tempat untuk usaha bank sampah Ciguntur”. Pungkasnya. ***UBH
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang