Warga Desa Dawagung Gelar Audiensi Tuntut Transparansi Penggunaan Dana Desa
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Beberapa masyarakat dari kampung Cirangkong desa Dawagung Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya menggelar aksi audiensi terkait tidak adanya ketransparansian dalam pengunaan dana desa yang sudah di atur dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan dan pengelolaan anggaran yang masuk ke desa.
Aksi audiensi tersebut bertempat di GOR Desa Dawagung. Hal tersebut dilakukan untuk mempertanyakan transparansi anggaran dana desa (DD) dalam membangun infrastruktur di wilayah desa Dawagung, sehingga aksi tersebut dilakukan demi terwujudnya kesejahteraan warga dengan meningkatnya perekonomian di daerah dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat.

Hadir dalam aksi audiensi tersebut, kepala Desa Dawagung Ma’mur, Camat Rajapolah Drs. Asep Suhendar, Danramil 1205 Rajapolah, Kapolsek Rajapolah, BPD Desa Dawagung, RT/RW, serta perangkat desa Dawagung dan para peserta aksi audiensi serta karang taruna.
Adapun dalam orasinya ketua Koordinator audiensi Asep David menyebutkan, bahwa pemerintah desa dawagung sama dengan kerajaan Sunda Empire.
Saat awak media menanyaken terkait jawaban dari pihak desa puas atau tidak ?
Asep David menjawab, itu hanya pembelaan diri, saya harapkan untuk kedepannya bisa lebih baik lagi, dan kejadian ini tidak sekedar hanya di desa Dawagung saja, dan pihak pemdes Dawagung belum ada yang tersentuh secara hukum, walaupun unsur-unsurnya sudah ada, jelasnya. Senin (08/05/23).
“Saya harapkan untuk kemajuan kedepannya, saya juga minta kepada penegak hukum apapun yang bisa di ungkap secara hukum tolong dibukakan saja dan untuk pengelolaan dana desa kedepannya harus lebih baik lagi,” harap Asep David.
Lanjut Asep David menegaskan, apabila tidak ada perubahan dan saya banyak bukti untuk menempuh jalur hukum, salah satu contoh dalam pembuatan jalan yang anggarannya sekian dan realisasinya sekian dan tidak adanya laporan pertanggungjawaban di akhir dan tadi juga sudah di utarakan seperti anggarannya berapa dan anggaran di akhir juga di tutup dan penyerapannya juga tidak tahu, tegasnya.
Diduga Pemdes Dawagung Rajapolah Otoriter
“Dan untuk papan informasi sudah pernah ketangkap basah oleh saya, diakhir pengerjaan salah satu proyek itu baru dipasang dengan alasan – alasan tidak memuaskan seperti hujan lah dan lain-lian, mungkin ada unsur lain atau sabotase, dan saya juga tidak mengaharapkan seperti itu,” ungkapnya.
Baca Juga Siap Sukseskan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Dirut PLN Pimpin Apel Siaga Kelistrikan
“Sebetulnya kejadian seperti ini bukan satu kali ini saja, tidak adanya papan informasi bukan satu kali ini saja.” ujar Asep David.
Asep David juga menerangkan, terkait tadi saya menyampaikan pemdes ini seperti kerajaan Sunda Empire, maaf-maaf saja ini mungkin diterapkannya sudah kadaluarsa dan ini sudah beda jaman sudah bukan orde baru, jadi disini desa tapi penerapannya baru sekarang karena informasi terlambat dan otoriter kekuasaannya seperti itu,” terangnya.
Ditempat yang sama Kepala desa Dawagung Ma’mur mengatakan, Kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan media dan mengucapkan terimakasih juga kepada Muspika, dan kami ucapkan kepada Mohamad Asep David, mungkin saya selaku kepala desa dawagung masih banyak kekurangan – kekurangan dan kelemahan serta kebodohan.
“SDM saya mungkin rendah, dan untuk itu terimakasih atas masukannya, mungkin kedepannya saya yang insya allah akan lebih berhati-hati, memperbaiki dan akan mensosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media sosial ataupun secara langsung atau musyawarah,” ungkapnya.
Ma’mur juga menambahkan, dan kami ucapkan terimakasih kepada semuanya, ini menjadikan satu pelajaran bagi kami semua untuk membangun desa Dawagung, imbuhnya.

Ditempat yang sama Drs. Asep Suhendar selaku Camat Rajapolah mengatakan, menyikapi kegiatan barusan kami atas nama Muspika Rajapolah mungkin ini bentuk kecintaan warga masyarakat bagaimana memajukan desa dengan demokrasi.
“Dan saya kira ini adalah masukan yang baik, dan ini bagian pelajaran bagi kepala desa, dan kami akan lebih meningkatkan lagi, dan saya berkewajiban untuk membina mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan masyarakat.” Katanya. (Mar)
Baca Juga Manfaatkan Bahan Limbah dan Pelepah Pisang, Komunitas Seni Buhun Hasilkan Karya Seni Yang Menarik
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang