Pangandaran, analisaglobal.com — Salah satu tenaga pendidik dan pengajar SMPN 2 Padaherang Kabupaten Pangandaran berinisial (KK) yang diduga berselingkuh dengan profesi sama sebagai tenaga pendidik dan pengajar di SMPN Negeri 1 Padaherang, berinisial (DD), sejak lama menjalin hubungan yang sangat tidak pantas di contoh oleh para Pegawai Sipil Negara (PNS).
Bermula kecurigaan Ruli terhadap sikap suaminya akhir – akhir ini, Ruli (Istri DD) mengetahui dari chattingan mesra dengan (KK), dari handphone sang suami, Ruli sontak kaget kemudian pergi mendatangi kontrakan KK sekitar bulan Maret lalu.
Pergi dengan mengendarai sepeda motor Ruli menuju kediaman KK di ikuti suaminya DD pakai motor yang berbeda.
Ruli setelah sampai ke kontrakan kemudian terlibat adu mulut dengan KK yang dilerai oleh suaminya Ruli dan menjadi tontonan masyarakat sekitar.
KK warga Kawali Ciamis, setatus Bersuami, kebetulan suaminya bekerja di luar kota, KKÂ ngontrak di Dusun Sindangherang RT 01 RW 01 Desa Padaherang Kecamatan Padaherang.
Menurut Dadang yang rumahnya dijadikan musyawarah Cek cok antara Ruli dan KK yang berakhir dengan keributan tak bisa dihindari sampai jadi tontonan warga masyarakat sekitar, akhirnya di lerai warga dan di selesaikan secara musyawarah, ungkapnya.
Sementara ditempat yang terpisah saat dikonfirmasi ke pihak SMPN 2 Padaherang, Jum’at (22/04/2021), saat hendak mempertanyakan KK untuk konfirmasi ke Wakil Kepala Sekolah Saepudin menyampaikan bahwa KK sedang menjalani sertifikasi selama 1 bulan ke belakang.
Selanjutnya Saepudin menyampaikan bahwa persoalan antara KK dengan DD, sudah sejak lama diselesaikan secara musyawarah bahkan dihadiri oleh pihak suami – istri dari KK dan DD, dan masing dari Kepala Sekolah SMPN 1 dan 2 Padaherang, tuturnya.
Terkait sangsi apa yang akan diberikan dari pihak SMPN 2 Padaherang, Saefulloh mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dari Dinas terkait, pihaknya hanya memberikan rekomendasi ke Dinas. Sebelumnya KK sendiri sudah memohon untuk pindah ke Kawali Ciamis agar dekat dengan suaminya, tandasnya.
Lain halnya ketika wartawan mengkonfirmasi ke Dodi Kabid Disdikpora Kabupaten Pangandaran, melalui pesan singkat WA, Senin (19 April 2021), bahwa dari pihak sekolah belum ada laporan, bahkan pihaknya kaget perihal konfirmasi dari rekan – rekan media, tuturnya.
Perihal kejadian tersebut Dodi mengarahkan untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, tutupnya.***Tim
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang