Dijuluki “Golok Khas Cisontrol” Pandai Besi “Eno Putra” Tembus Pasar Ibu Kota

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Bicara tentang Desa memang tidak ada habisnya, banyak sekali karya dan potensi – potensi desa yang belum tereksplore, salah satunya adalah pengrajin golok dari Dusun Kertajaya, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Saat analisaglobal.com berkunjung ke salah satu pandai besi “Eno Putra” milik Tatang Setiawan (40) mengungkapkan, awalnya sejak lulus sekolah dari SMP tahun 1995, Tatang Setiawan membantu orang tuanya yang profesinya sebagai pandai besi dan sambil belajar bagaimana cara menempa besi yang baik. Sejak tahun 2002 orang tua Tatang Setiawan meninggal, akhirnya Tatang Setiawan meneruskan profesi almarhum sebagai profesi warisan dari orang tuanya. Ungkapnya

“Sejak pandai besi “Eno Putra” dikelola oleh saya (Tatang Setiawan-red) alhamdulillah semakin berkembang.” Ujarnya

Pandai besi Eno Putra mempekerjakan saudaranya Maman Darman (48) dan bermitra dengan bagian pembuat maranggi (pembuat warangkas) bersama saudaranya Solehudin (64) dan Ma’mun Munandar (39) juga. Perkakas yang dibuat “Eno Putra” dibuat sesuai pesanan dari konsumen dengan menggunakan bahan baku dari per baja, dan bering. Dengan menghasilkan rata – rata 10 perkakas sesuai bahan yang tersedia.

Ma’mun Munandar menambahkan, bekerja sebagai pengrajin maranggi (pembuat warangkas) dengan membantu dan meneruskan jejak orang tuanya Solehudin. Imbuhnya

Ma’mun juga menuturkan, dalam pengerjaanya menggunakan bahan kayu dan tanduk yang berkualitas seperti kayu sonokeling, dan tanduk kerbau atau domba. Dari bahan-bahan tersebut, Solahudin di bantu oleh saya membuat berbagai bentuk Warangkas seperti bentuk wayang dengan ukiran yang khas, Warangkas Sumatera, dan Patimura. tuturnya

Karena warangkas buatan Solehudin dan Ma’mun Munandar yang bermitra dengan Tatang Setiawan hasil karyanya sudah terkenal, maka ada salah satu konsumen dari daerah Depok yang meminta Solehudin dan Ma’mun untuk membuat warangkas pusaka sebanyak 500 biji yang saat ini sudah di masukan ke Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Karena “Golok Eno Putra adalah golok khas Cisontrol”.***Goez/A. Yayat H

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!