Disparpora Kab. Tasikmalaya Berharap, Festival Beubeutian di Desa Cisayong Bisa Menjadi Contoh Bagi Desa Lain

Disparpora Kab. Tasikmalaya Berharap

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com
Beubeutian atau umbi umbian adalah makanan khas dari daerah Sunda yang sering muncul di beberapa upacara adat Sunda. Diantaranya sering muncul pada acara 7 bulanan, dan upacara adat pernikahan di daerah Sunda. Kegiatan tersebut merupakan tradisi budaya lokal hajat lembur sebagai rasa syukur warga atas melimpahnya hasil bumi.

Semarak Festival beubeutian ataupun umbi umbian yang digelar oleh pihak pemerintah desa Cisayong kecamatan Cisayong pada hari Minggu (31/07/2022) yang lalu dan dilaksanakan di Kampung Kolecer mendapat apresiasi dan perhatian khusus dari pihak Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Nana Heryana, MM mengatakan, Festival beubeutian yang dilaksanakan oleh pihak pemerintah desa Cisayong itu adalah salah satu inovasi pemerintahan desa Cisayong dengan masyarakat, dimana kepala Desa Cisayong yaitu Yudi Cahyudin, S.AP bisa berinovasi dan menarik salah satu ikon di desa Cisayong bahwa beubeutian bisa menjadi ekonomi Kreatif (Ekraf) bagi warga. Ucapnya Rabu (03/08/2022) kepada analisaglobal.com

Festival Beubeutian di Desa Cisayong Bisa Menjadi Contoh Bagi Desa Lain

Kepala Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Nana Heryana, MM. Rabu (03/08/2022) Mar/analisaglobal.com

“Kalau untuk masalah beubetian memang bukan hanya di Cisayong saja, karena kita sebagai daerah agraris, beubeutian itu salah satu komoditas yang hampir di seluruh kabupaten Tasikmalaya itu ada, namun dalam rangka momen tertentu, seperti dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya, terus juga menyambut tahun baru Islam atau Muharraman, itu di Desa Cisayong mengadakan Festival beubeutian dan Festival Kolecer, dan ini merupakan salah satu inovasi yang kami apresiasi dengan sangat baik sekali.” Jelas H. Nana.

Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia

Lanjut Drs. H. Nana Heryana, MM berharap, mudah-mudahan ini bisa berlanjut dan menjadi agenda tahunan, dimana Festival beubeutian dan Festival Kolecer bisa dilaksanakan setiap tahun di Desa Cisayong, dan ini menjadi contoh juga bagi desa-desa yang lain dimana pola yang dipakai oleh desa Cisayong, dengan Festival apa saja sesuai dengan potensi yang ada di setiap desanya, Harapnya.

“Adapun kaitan dengan Ekonomi Kreatif (Ekraf) ini merupakan salah satu bagian juga bahwa beubeutian itu bilamana dikemas dengan baik ataupun di olah dengan berbagai macam dengan inovasi yang kreatif dan itu menjadi konsumsi masyarakat itu bisa dijual dengan baik, hanya saja yang perlu kita pahami dari packaging atau kemasannya, dari rasa juga, karena hampir dari semua negara makanan olahan dari beubeutian seperti potato dari kentang itu kan dari beubetian juga, jadi intinya dari kemasan itu harus lebih menarik.” Ungkapnya.

Kadisparpora Drs.H. Nana Heryana, MM juga menambahkan, Kita dari Disparpora sendiri untuk Festival beubeutian dan Festival Kolecer di Desa Cisayong mungkin secara materi kita tidak memberikan support untuk saat ini, akan tetapi untuk saat ini mungkin dari sisi strategi ataupun pelaksanaan event kita bisa sharing dan kolaborasi apa yang perlu dikembangkan dan diperhatikan, karena itu bagian dari unsur pembinaan kami dari Disparpora dalam rangka mengembangkan potensi desa, baik potensi desa wisata ataupun desa ekonomi kreatif. Imbuhnya***AD/Mar

Baca Juga Tingkatkan Ketahanan Pangan, Prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya Lakukan Penanaman Jagung Jenis Hybrida Seluas 1 Hektar Di Desa Simpang

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!