Duda Lansia Bah Jubaedi Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik Belum Tersentuh Bantuan

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Kondisi memprihatinkan dialami seorang warga lanjut usia, Bah Jubaedi (75), yang hidup seorang diri di sebuah gubuk reyot tanpa aliran listrik. Meski kondisi tersebut telah diberitakan sebelumnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah nyata dari aparat pemerintah setempat untuk meninjau langsung keadaan lansia tersebut.

Hal ini diungkapkan Bah Jubaedi saat ditemui oleh utusan dari LSM Relawan Pembela Kaum Dhuafa (RPKAD) yang datang ke kediamannya dalam rangka kegiatan berbagi di bulan suci Ramadhan. Dengan nada kecewa, pria yang akrab disapa Bah Ubed itu mengaku belum pernah didatangi oleh pihak pemerintah, baik dari tingkat kecamatan maupun desa. Sabtu (15/03/2026).

“Belum ada yang datang ke sini, dari kecamatan atau dari desa juga tidak ada,” ungkap Bah Ubed kepada relawan yang berkunjung ke gubuk sederhana yang ia sebut sebagai “keraton”-nya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih setelah muncul informasi bahwa aparat pemerintah justru sempat mengunjungi warga lansia lainnya di wilayah yang sama. Disebutkan, Camat Ciawi Agianto bersama Kepala Desa Margasari diketahui sempat meninjau kediaman seorang janda lansia bernama Ma Idar yang tinggal di Kampung Anto, Desa Margasari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.

Koordinator LSM RPKAD, Suhara Nap, kemudian melakukan konfirmasi langsung kepada Ma Idar. Dalam keterangannya, Ma Idar membenarkan bahwa Camat Ciawi bersama Kepala Desa Margasari pernah datang ke rumahnya dan menyampaikan kesiapan untuk membantu kesulitan yang ia alami.

Baca Juga Patroli Rawan Sore Antisipasi Ngabuburit, Polsek Langkaplancar Amankan Kendaraan Berknalpot Brong

“Memang benar Camat dan Kepala Desa datang ke rumah Ma Idar, bahkan menyatakan siap membantu,” ujar Suhara.

Namun berbeda dengan kondisi Bah Jubaedi yang hingga kini belum mendapat kunjungan ataupun perhatian langsung dari pihak terkait. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh pihak RPKAD ke Kantor Kecamatan Ciawi juga belum membuahkan hasil. Saat didatangi, Camat Ciawi diketahui tidak berada di tempat, sementara ketika dihubungi melalui telepon, nomor yang bersangkutan tidak aktif.

Suhara Nap menegaskan bahwa kondisi rumah Bah Jubaedi sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah. Ia meminta agar pemerintah daerah, khususnya pemerintah desa dan kecamatan, segera turun tangan sebelum kondisi rumah tersebut semakin membahayakan penghuninya.

“Kami berharap ada tindakan cepat. Minimal rumah Bah Jubaedi bisa direnovasi sebagian agar tidak ambruk. Jangan sampai menunggu terjadi sesuatu yang lebih parah baru ada perhatian,” tegas Suhara.

Kasus ini pun menjadi sorotan terkait pemerataan perhatian terhadap warga kurang mampu, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Masyarakat berharap pemerintah setempat dapat segera mengambil langkah konkret agar tidak ada warga yang terabaikan dalam kondisi serba kekurangan, terlebih di tengah momentum bulan suci Ramadhan yang identik dengan kepedulian sosial. (red)

Baca Juga FORWAPI Dapat Dukungan Pengusaha Nasional, Bang Sunaryo Resmi Menjadi Pembina

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!