Dugaan Penyimpangan Material Proyek Irigasi Talang Duduk di Tasikmalaya Menguat, Kabid SDA Akui Temuan Sedang Dievaluasi

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Dugaan ketidaksesuaian penggunaan material pada sejumlah proyek pembangunan irigasi talang duduk di Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan. Sejumlah pekerjaan diduga menggunakan besi wiremesh yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun dokumen perencanaan teknis proyek.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan dan informasi yang dihimpun, muncul indikasi bahwa material wiremesh yang digunakan pada beberapa proyek tidak memenuhi spesifikasi sebagaimana telah direncanakan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi, efektivitas pengawasan, serta kepatuhan pelaksana terhadap ketentuan kontrak.

Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa dugaan penggunaan wiremesh yang tidak sesuai spesifikasi diduga terjadi di lebih dari satu proyek irigasi talang duduk di Kabupaten Tasikmalaya.

“Hampir semua pekerjaan talang duduk tidak menggunakan besi wiremesh sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan atau RAB karena pertimbangan biaya yang lebih mahal,” ungkap sumber tersebut.

Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan dari Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Dedi. Saat dikonfirmasi pada Senin (6/7/2026), ia membenarkan bahwa terdapat temuan terkait dugaan ketidaksesuaian penggunaan wiremesh pada pekerjaan talang duduk.

Baca Juga Ramainya Libur Sekolah Dongkrak Penghasilan Pelaku Wisata Pangandaran

“Dugaan tersebut memang benar dan saya selaku Kabid sudah melakukan evaluasi bersama tim,” ujar Dedi.

Pernyataan tersebut memperkuat adanya indikasi persoalan dalam pelaksanaan proyek yang kini menjadi perhatian. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai proyek mana saja yang terdampak, sejauh mana tingkat ketidaksesuaiannya, serta langkah administratif maupun teknis yang akan diambil terhadap kontraktor pelaksana apabila terbukti terjadi pelanggaran kontrak.

Di sisi lain, lemahnya fungsi pengawasan juga mulai dipertanyakan. Apabila benar terjadi penggunaan material yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak, maka hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan lapangan sejak tahap pelaksanaan hingga proses penerimaan hasil pekerjaan. Pengawasan yang tidak berjalan optimal berpotensi membuka ruang terjadinya penyimpangan spesifikasi teknis yang dapat berdampak pada mutu dan umur konstruksi.

Sejumlah warga berharap Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), serta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proyek-proyek irigasi talang duduk yang diduga bermasalah. Audit terhadap kesesuaian spesifikasi material, volume pekerjaan, serta penggunaan anggaran dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi kerugian negara maupun penurunan kualitas infrastruktur yang dibangun menggunakan dana publik.

Hingga saat ini, proses evaluasi internal oleh Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya masih berlangsung. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, maupun pihak-pihak terkait lainnya guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. (Win)

Baca Juga SPPG Ciamis Panyingkiran 01 Tampil di MBG Cooking Competition Batch 1

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!