Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Aula Adipati Angganaya Bapperida, Senin (30/3/2026). Forum strategis ini menjadi penentu arah kebijakan, prioritas program, serta langkah konkret pembangunan daerah ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Dalam Negeri, perangkat daerah, akademisi, hingga elemen masyarakat. Seluruh tahapan perencanaan sebelumnya telah dilalui, mulai dari tingkat desa, kecamatan, forum perangkat daerah hingga pra-musrenbang.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara tegas mengakui kondisi fiskal daerah tengah mengalami penurunan. Namun, ia memastikan hal itu tidak boleh menjadi alasan melemahnya pembangunan.
“Secara fiskal kita turun, tapi semangat masyarakat justru naik. Ini kekuatan utama kita,” tegasnya.
Ia mencontohkan program bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang mampu berkembang berlipat berkat gotong royong masyarakat. Bantuan Rp20 juta dari pemerintah bahkan bisa menjadi Rp100 juta karena partisipasi warga.
Baca Juga Anniversary Perdana Bikers D’gazz Tasikmalaya (BDT), Momentum Silaturahmi dan Soliditas Komunitas
Meski efisiensi anggaran mencapai Rp174 miliar, Bupati memastikan pembangunan tetap berjalan. Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semata ditentukan besarnya APBD, tetapi oleh kolaborasi dan komitmen bersama.
Lebih jauh, Herdiat mengingatkan bahwa Musrenbang tidak boleh berhenti sebagai kegiatan formalitas. Ia meminta seluruh perangkat daerah menyusun perencanaan yang realistis, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Musrenbang jangan jadi seremonial. Perencanaan harus konkret dan sesuai kemampuan fiskal,” tandasnya.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Bupati juga menyoroti urgensi pembangunan nonfisik, terutama dalam menghadapi persoalan sosial seperti perlindungan anak, kekerasan seksual, dan perundungan.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab tersebut bukan hanya pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati memastikan kebijakan yang diambil tidak akan membebani masyarakat. Ia memilih strategi optimalisasi potensi daerah secara bijak dan berkelanjutan.
Meski Ciamis memiliki potensi sumber daya alam, seperti pertambangan di wilayah Pamarican dan Purwadadi, Herdiat menegaskan eksploitasi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Kita tidak ingin mengejar PAD dengan merusak alam. Lingkungan harus tetap kita jaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyatakan optimisme bahwa di tengah keterbatasan fiskal, pembangunan di Ciamis akan tetap bergerak maju dengan kekuatan gotong royong, kolaborasi, dan komitmen bersama seluruh elemen daerah. (Dods)
Baca Juga Bentuk Transparansi Anggaran, Pemdes Sukahening Gelar Musdes LPPD dan LKPPD 2025
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang