Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur desa. Salah satunya melalui kegiatan penghotmikan jalan desa yang menjadi penghubung antar dusun.
Kepala Desa Tanjungsari, Maman Supriatman, menyebutkan bahwa pembangunan jalan tersebut bersumber dari Dana Desa Tahun 2026 dengan panjang sekitar 265 meter.
“Tujuan utamanya untuk memperlancar aktivitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia pun mengimbau warga agar bersama-sama merawat jalan yang telah dibangun, mengingat biaya pembangunan yang tidak sedikit.
“Karena biaya hotmik ini mahal, kami harap masyarakat bisa menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Baca Juga Dugaan Premanisme Saat Audiensi, Aktivis Geruduk Kantor Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya
Sementara itu, Camat Sadananya, Armina, mengapresiasi pelaksanaan pembangunan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas sinergi pemerintah desa dan masyarakat dalam proses perencanaan hingga penganggaran yang berjalan kondusif.
“Alhamdulillah hari ini kita melihat langsung progres pembangunan jalan di desa. Kami sangat mengapresiasi pemerintah desa yang telah melaksanakan proses perencanaan dan penganggaran bersama masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Menurut Armina, kebutuhan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa, masih cukup banyak. Namun keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan skala prioritas melalui musyawarah desa.
“Usulan pembangunan tentu banyak, terutama jalan. Tapi kita sadari keterbatasan anggaran, sehingga harus melalui musyawarah untuk menentukan prioritas,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp133 juta dengan panjang kurang lebih 265 meter. Pihak kecamatan juga turut mengawasi agar pelaksanaan proyek sesuai dengan standar teknis.
Lebih lanjut, Armina berharap pembangunan jalan ini dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses penting penghubung antar dusun, seperti Dusun Cukang Uncal dan Sukawening.
“Mayoritas masyarakat di sini bertani, berkebun, dan beternak ikan. Dengan jalan yang lebih baik, distribusi hasil usaha akan lebih lancar dan mobilitas warga semakin nyaman,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan. Menurutnya, keterbatasan anggaran desa membuat perawatan menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut memelihara jalan ini, seperti membuat saluran air agar tidak merusak badan jalan serta membatasi kendaraan berat yang melintas agar jalan tetap awet,” pungkasnya. (Dods)
Baca Juga Oknum Kawil di Kutawaringin Diduga Terlibat Perselingkuhan, Tinggalkan Jabatan dan Keluarga
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang