Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cianjur, analisaglobal.com — Karena keterbatasan anggaran, Kabupaten Cianjur memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) terendah di Jawa Barat. Rasio tenaga kesehatan hingga fasilitas kesehatan tidak sebanding dengan jumlah penduduk sebanyak 2.5 juta jiwa.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Fausal mengatakan Kabupaten Cianjur memiliki IPKM terendah. Kabupaten Cianjur terletak pada tingkat 25 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
“Kabupaten Cianjur belum maksimal dilihat dari beberapa indikator seperti rasio kepadatan penduduk terhadap tenaga kesehatan dan pembiayaan kesehatan,” ujarnya, Jum’at (5/8/2022).
Terendah di Jawa Barat
Yusman juga menambahkan, dari 2,5 juta penduduk Kabupaten Cianjur, rasio dokter adalah 1 banding 2.500, sedangkan rasio bidan adalah 1 banding 1.000. Jumlah yang ideal adalah 1.000 dokter dan 2.500 bidan.
“Kepesertaan BPJS Kesehatan yang masih kurang dari 90 persen dari total penduduk Kabupaten Cianjur, mengakibatkan rendahnya IPKM di Jawa Barat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur H Herman Suherman mengakui sulitnya membuat perbandingan yang ideal. Tenaga kesehatan hingga fasilitas kesehatan dengan anggaran terbatas di Kabupaten Cianjur tidak mencukupi.
“Tambah tenaga dan fasilitas kesehatan dan tambah lagi puskesmas dalam waktu dekat jika diperlukan,” pungkasnya. (U.Supriyadi)
Baca Juga Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya Ajak Masyarakat Berantas Rokok Ilegal
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang