Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadi salah satu daerah pertama di Jawa Barat yang ditetapkan sebagai sasaran pelaksanaan Program Sekolah Terintegrasi, sebuah program strategis nasional yang diinisiasi oleh pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas serta akses layanan pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam Ahmad Zajuli, S.IP., M.Pd., menuturkan bahwa program sekolah terintegrasi dirancang untuk menyatukan jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan atau kompleks pendidikan terpadu.
Saat ini, pemerintah daerah memfokuskan perhatian pada kesiapan sarana dan prasarana, khususnya terkait ketersediaan dan kelayakan lokasi. Lokasi yang akan dijadikan sekolah terintegrasi harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya strategis secara geografis, memiliki status lahan yang jelas secara administrasi, aman dari risiko bencana, serta memenuhi persyaratan teknis lainnya.
“Fokus utama saat ini adalah tempat atau lokasi. Lokasi harus strategis, aman, dan secara administrasi status tanahnya jelas. Hal ini menjadi pertimbangan utama sebelum pembangunan dilakukan,” ujar Muharam. Selasa, (20/1/2026).
Baca Juga Pemkab Ciamis Perkuat Tata Kelola Desa, Bupati Tekankan Soliditas dan Pencegahan Risiko Hukum
Sebagai bagian dari tahapan awal, tim dari pemerintah pusat melalui lembaga terkait telah melakukan survei di tiga titik lokasi di Kabupaten Ciamis, yakni bekas lahan Zipur, kawasan Mawaya, serta Desa Bahara. Survei tersebut dilakukan oleh tim dari SMI, dan hingga kini hasil kajian masih dalam proses penyusunan.
Program sekolah terintegrasi ini merupakan program nasional yang dirancang sebagai pilot project, dan Kabupaten Ciamis tercatat sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang ditunjuk untuk pelaksanaannya. Secara nasional, pemerintah pusat menargetkan pembangunan hampir 7.000 sekolah terintegrasi di berbagai daerah di Indonesia.
Apabila pembangunan sekolah terintegrasi ini terealisasi, pemerintah daerah berharap akan terjadi peningkatan signifikan dalam mutu dan kualitas pendidikan, sekaligus mempermudah akses layanan pendidikan bagi masyarakat Ciamis.
“Harapannya, akses pendidikan dari SD ke SMP hingga ke pendidikan menengah menjadi lebih mudah. Dengan lingkungan belajar yang terintegrasi dan nyaman, kualitas mutu pendidikan juga akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Terkait perbedaan antara sekolah terintegrasi dengan sekolah konvensional yang telah ada, pemerintah menyampaikan bahwa kajian komparatif masih akan dilakukan secara mendalam. Pemerintah pusat dan daerah akan melakukan riset bersama untuk menganalisis efektivitas serta keunggulan model sekolah terintegrasi dibandingkan sistem pendidikan yang berjalan saat ini.
Dengan konsep pendidikan yang terintegrasi, diharapkan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Ciamis ke depan menjadi lebih efisien, inklusif, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. (Dods)
Baca Juga PLN Siagakan Kelistrikan Saat Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI di Ponpes Cipasung
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang