Kadisparpora Berharap
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Parade Jampana yang digelar pada puncak peringatan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-390 tahun di komplek perkantoran Gebu (Gedung Bupati) tepatnya di Bojong Koneng, Kecamatan Singaparna, menjadi ajang kreasi dan inovasi bagi 351 desa yang ada di kabupaten Tasikmalaya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Nana Heryana, MM mengatakan, bahwa pelaksanaan parade jampana di hari jadi kabupaten Tasikmalaya yang ke-390 tahun ini panitia mengundang seluruh desa untuk dapat menampilkan potensi-potensi yang ada di desa, karena mungkin pada saat ini masa pandemi sudah mulai landai, maka salah satu bentuk tasyakur bin’nimat salah satunya dengan parade jampana. Ucapnya, Selasa (26/07/22). Kepada analisaglobal.com
“Adapun filosopi dari parade jampana ini mungkin bentuk kepedulian masyarakat dengan bersyukur di milangkala kabupaten Tasikmalaya yang ke-390 tahun, dimana kita sebagai panitia melihat apresiasi masyarakat begitu antusias dengan menampilkan jampana dengan sisi artistiknya, dari sisi budayanya, hingga sisi potensi daerahnya juga, karena di parade jampana tersebut setiap desa menonjolkan potensi-potensi yang ada di daerahnya.” Jelas Kadisparpora H. Nana.
Parade Jampana Menjadi Motivasi Dalam Mengembangkan Ekraf di Kab. Tasikmalaya
Lanjut H. Nana menambahkan, di parade jampana tersebut bisa dilihat dengan potensi olahan makanan ataupun UMKM nya, terus juga potensi Pertanian dan perikanan, potensi pariwisatanya juga, sehingga ciri khas yang ada di daerahnya tertuang di parade jampana tersebut. Imbuhnya.
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
“Harapan kami dari parade jampana dengan adanya tampilan olahan makanan yang mempunyai ciri khas masing-masing desa, seperti adanya Opak, Leupeut, dan makanan lainnya, mudah-mudahan dapat menjadi motivasi dalam Ekonomi Kreatif (Ekraf), sehingga dapat di produksi di daerah dan kami dari Disparpora dapat mempromosikannya kalau memang itu bisa menjadi bisnis dari sisi home industrinya makanan-makanan olahan dari setiap desa, akan tetapi sebetulnya orientasinya bukan kesana, karena makanan olahan yang ditampilkan pada parade jampana tersebut adalah bentuk rasa syukur masyarakat untuk dapat saling berbagi dengan masyarakat lainnya di kabupaten Tasikmalaya.” Harapnya.
H. Nana Juga mengatakan, intinya kami berharap dengan adanya parade jampana tersebut, setidaknya para pengusaha-pemgusaha yang lain dapat melirik produk UMKM ataupun Ekonomi Kreatif yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, dan bisa dikembangkan sehingga dapat di produksi lebih besar lagi. Pungkasnya.***AD
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang