Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Diberhentikannya proyek pekerjaan jalan di Kabupaten Tasikmalaya banyak menuai protes warga masyarakat, salah satunya di ruas jalan Pagendingan – Cisayong yang terkena dampak pemberhentian pekerjaan dengan adanya dalih refocusing oleh pihak pemerintah daerah.
Warga masyarakat Kecamatan Cisayong tepatnya di ruas jalan Pagendingan – Cisayong melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah Daerah ataupun Pusat.

Menurut salah satu warga Kecamatan Cisayong yaitu Jejen Setiawan yang berada di lokasi mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh masyarakat hari ini sebagai bentuk aksi protes kepada pihak pemerintah daerah. Ucapnya Minggu (14/11/21).
“Untuk aksi hari ini adalah aksi spontanitas, karena kami berharap pemerintah daerah ataupun pusat dapat segera memperhatikan jalan Pagendingan – Cisayong ini, karena ini rusaknya sudah bertahun – tahun dan yang lewat kesini bukan hanya masyarakat saja, tetapi pejabat juga tentunya melewati jalan ini.” Jelasnya
Lanjut Jejen menuturkan, untuk kecamatan Cisayong ini adalah barometer di kabupaten Tasikmalaya, salah satunya banyaknya tempat wisata di kabupaten Tasikmalaya, seperti yang terjadi pada hari ini, (Minggu, 14/11/2021-red) banyak masyarakat yang melewati jalan ini, Jadi kami berharap kepada pihak pemerintah daerah ataupun pusat mohon perhatiannya, kami masyarakat kecil tidak tahu akan masalah sistem atau aturannya, yang kami tahu bagaimana hak kami dengan adanya pembangunan yang berkeadilan dapat dirasakan oleh kami. tuturnya
“Adapun untuk aksi menanam pohon pisang ini akan terus kami lakukan sampai adanya perhatian dari pihak pemerintah kepada kami.” tegasnya

Lanjut Dia, selain aksi menanam pohong pisang ini kami juga melakukan penambalan jalan dengan pasir, biar pemerintah malu, karena kami selaku masyarakat selalu taat bayar pajak, maka pemerintah harus benar benar memperhatikan dengan azas berkeadilan dalam pembangunan. tandasnya
Ditempat yang sama menurut Deden yang juga selaku warga masyarakat Kecamatan Cisayong mengungkapkan, dengan adanya aksi yang dilakukan pada hari ini bagi saya sangat setuju, karena kami sudah merasa jenuh dengan jalan yang rusak ini mengakibatkan banyak kecelakaan, apalagi kalau malam hari, selain minimnya penerangan jalan, ditambah jalan yang rusak ini. Ungkapnya
“Mudah – mudahan dengan apa yang dilakukan hari ini, pemerintah dapat segera memperhatikan dan segera merealisasikan perbaikan di ruas jalan Pagendingan – Cisayong ini.” harapnya
Agus Juga warga kecamatan Cisayong menambahkan, dirinya meminta kejelasan terkait alasan refocusing karena ada beberapa kegiatan yang tidak terdampak karena program prioritas akan tetapi di mata masyarakat tidak dinilai prioritas seperti proyek pekerjaan trotoar di wilayah Manonjaya, Embung, dan Command Center, karena yang lebih prioritas itu jalan bukan trotoar. Imbuhnya

“Refocusing itu disampaikan oleh pejabat Dinas ditengah pelaksanaan pekerjaan, seakan – akan keuangan provinsi itu habis secara mendadak karena tiba – tiba hilang anggarannya. Sementara tahapan perencanaan, lelang, dan SPK sudah terbit, sudah uizet dan pengusaha sedang melaksanakan pekerjaan. Intinya seolah – olah uang itu habis secara mendadak.” Jelas Agus
Lanjut Agus “Yang menjadi pertanyaan Saya, sejauh mana koordinasi pihak pemkab Tasikmalaya dengan pemerintah provinsi Jawa Barat sampai terjadi seperti ini ?” Pungkasnya.***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang