Kepala Sekolah SMAN 1 Ciawi Tasikmalaya, Diduga Gelapkan Dana BOS Untuk Perawatan Sekolah

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program yang diusung Pemerintah untuk membantu sekolah di Indonesia agar dapat memberikan melalui dana BOS yakni berbentuk dana.

Dana tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan sekolah, seperti pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah hingga membeli alat multimedia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM).

Namun sungguh sangat disayangkan seperti yang terjadi di SMAN 1 Ciawi yang beralamat di jalan Raya Pasirhuni No.10, desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, karena untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah diduga gelapkan Dana BOS Tahap 2 oleh yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah.

Saat awak media analisaglobal.com mencoba mendatangi kampus SMAN 1 Ciawi untuk bertemu dengan Kepala SMAN 1 Ciawi yaitu Aang Dohiri, pada selasa (07/01/2025), namun sangat di sayangkan Kepala SMAN 1 Ciawi beragumentasi dan merasa benar sesuai juklak dan juknis, padahal banyak laporan ke awak media dari masyarakat.

Aang Dohiri – Kepala Sekolah SMAN 1 Ciawi Kec. Ciawi Kab. Tasikmalaya. Selasa (07/01/2025) foto dokumen : Johan/analisaglobal.com

Baca Juga Berdalih Untuk Pembangunan Gedung Serbaguna, Diduga SMPN 1 Pagerageung Lakukan Pungli Kepada Siswa

Kepala SMAN 1 Ciawi Aang Dohiri saat di pertanyakan papan informasi penggunaan dana BOS mengatakan dengan nada tinggi dan lantang bahwa semua sekolah tidak memasang papan informasi penggunaan dana bos, padahal notabene nya di sekolah mana pun di wajibkan bila mengacu kepada undang-undang no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP).

Kepala sekolah SMAN 1 Ciawi Aang Dohiri mengatakan bahwa Dana BOS tahap 2 (dua) dengan nominal Rp., 1.162.700.000. Menurutnya di komponen perawatan sarana dan prasarana Sekolah pada tahap 2 (dua) dengan anggaran Rp. 700.495.050 hanya dialokasikan dengan nominal beberapa persen dari pemeliharaan, katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) Halim Saepudin menjelaskan, tentunya kami sebagai pilar ke-4 demokrasi merasa geram dengan sekolah tersebut, kemauan kami karena pendidikan ini milik kita bersama jelas harus terbuka, maka ayo kita bangun sama-sama, jadi jangan sampai pendidikan ini dijadikan ajang bisnis, tandasnya. (Johan)

Simak update artikel lainnya di saluran kami WhatsApp Chanel 

Baca Juga Petugas Damkar WMK Banjarsari Bersihkan Material Lumpur Sisa Banjir di Jalan Kertahayu Pamarican

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!