Kab. Tasikmalaya, analisaglobal.com — Revolusi industri 4.0 mendorong terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang yang memberikan tantangan dan peluang, termasuk bagi generasi nahdliyin. Saat ini kita mengalami dua disrupsi yang luar biasa yaitu bidang teknologi karena revolusi industri 4.0 dan gaya hidup karena adanya perubahan generasi yang menyebabkan perubahan gaya hidup.

Menurut Khatibul Umam selaku ketua Formaca PPS IAIC mengatakan bahwa Perubahan terjadi begitu cepat akibat disrupsi. Tren perkembangan teknologi juga telah bergeser sehingga perusahaan teknologi digital merajai ekosistem dan ekonomi dunia.“Karenanya perlu perubahan paradigma, pola pikir di era perubahan ini,” tegasnya. Sabtu (12/09/20)

Sebelum era digital, untuk menjadi pemenang hanya perlu lebih efisien dan produktif. Namun, untuk saat ini agar bisa memenangkan kompetisi perlu inovasi, kreativitas, serta enterpreneurship.“Kalau saat ini dengan efisien dan produktif hanya bisa untuk bertahan saja, tetapi untuk menang perlu inovasi, kreativitas, dan enterpreneurship,” Jelasnya

Khatibul Umam juga menambahkan, Oleh sebab itu, kata dia, dibutuhkan adanya evolusi dalam sistem pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Sistem pendidikan menekankan pada aspek kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu untuk menghadapi tantangan perubahan zaman. Imbuhnya

“Ini fungsi pendidikan dan UGM diharapkan bisa menghasilkan sumber daya manusia unggul yang produktif, efisien, kreatif, inovatif, serta berjiwa wirausaha sehingga penting bagi UGM melakukan perubahan paradigma ini,” tuturnya.

“Jadi memang, urgensinya masyarakat perlu paham mengenai revolusi industri 4.0 adalah masalah ketenagakerjaan. Cepat lambat, dunia akan bergeser ke ekonomi digital. Makanya harus ada upgrade keahlian dan keterampilan bagi penduduk Indonesia,” ujarnya

Istilah revolusi industri 4.0 mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat awam. Bahkan, respons kedua capres yang berbeda kian menimbulkan pertanyaan, seberapa pentingkah isu revolusi industri 4.0 bagi Indonesia saat ini?

Menurut definisi World Economic Forum, revolusi industri 4.0 adalah disrupsi teknologi internet ke dalam proses produksi agar proses pengolahan barang dan jasa bisa lebih efisien, cepat, dan massal. Hal ini ditandai dengan penggunaan teknologi robotik, rekayasa intelektual, Internet of Things (IoT), nanoteknologi, hingga sistem yang disebut sistem komputasi awan (cloud computing). Pungkasnya***Lutfi

Leave a Reply