KMRT Kecewa, Janji Bupati Untuk Membantu Lembaga Pendidikan Diniyyah Belum Dilaksanakan

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,- Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) datangi Kantor Bupati Tasikmalaya untuk melakukan audiensi dengan Bupati Tasikmalaya terkait agenda mempertanyakan janji Bupati untuk mengalokasikan dana CSR kepada salah satu lembaga pendidikan Diniyah Takmilliyah di Desa Deudeul kecamatan Taraju,” Kamis (20/05/2021)

Arif Rahman Hakim selaku selaku presiden KMRT menjelaskan, dirinya sangat menyayangkan karena ketika surat dari kami itu bentuknya permohonan tetapi tidak ada konfirmasi sama sekali tentang kesiapan atau tidaknya dari pihak Pemda padahal sudah jelas tercantum nomor telpon yang bisa dihubungi. Padahal surat kita layangkan kurang lebih seminggu sebelumnya. jelasnya.

“kami mendatangi kantor bupati Tetapi tidak ada yang menerima audiensi kami, petugas setda pun mengatakan bahwa tidak ada disposisi dari Bupati siapa yang akan menerima audiensi kami”. ungkap Arif Rahman Hakim.

Lebih lanjut Arif menuturkan, yang membuat kami merasa ada kejanggalan adalah beberapa hari sebelum pelaksanaan audiensi ada beberapa instansi yang menghubungi kami menanyakan terkait isu dari surat tersebut artinya surat tersebut sudah diketahui oleh pihak yang bersangkutan sehingga menggali informasi terlebih dahulu. tuturnya.

“Selanjutnya terkait janji bapak Bupati tentang bantuan ke salah satu lembaga Pendidikan tersebut, bapak Bupati berbicara akan memberikan bantuan dengan kisaran angka yang di sebutkan di depan masyarakat, masyarakatpun sangat antusias dan mengajukan proposal untuk mengakses bantuan tersebut”.

Tapi perjalan proposal tersebut sama sekali tidak jelas ketika ditanyakan kepada bagian ekonomi pembangunan Setda, Selanjutnya kami di minta untuk membuat proposal lagi paska pilkada, kami mempertanyakan bantuan tersebut.

Adapun menurut jawaban Ekbang adalah tinggal menunggu pelantikan Bapak bupati, akan tetapi pihak ekbang tidak memberikan jawaban yang jelas, padahal dari kami hanya ingin berpendapat bahwa jangan sampai menduga bahwa anggaran-anggaran yang akan di sampaikan kepada masyarakat terhalang oleh hajat demokrasi kemarin. tegas Arif.

Maka kami (KMRT) meminta pihak Pemda khususnya ekbang untuk mendorong Bupati agar menyelesaikan PR nya di tahun 2020, dan jangan sampai masyarakat berasumsi buruk terhadap Bupati dikarenakan belum menepati janjinya. Bahwasannya masyarakat Kampung Ciwindu Desa Deudeul adalah salah satu masyarakat binaan KMRT, kami telah melaksanakan pembinaan dari 8 (delapan) tahun kebelakang maka kami di pandang perlu untuk ikut campur dalam menyelesaikan permasalahan ini.” tandas Arief.***Day

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!