Lewat Inovasi 4.0, Petani Milenial Asal Desa Sukamulya Cihaurbeuti Berhasil Kembangkan Kripik Bayam

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Kiprah petani milenial diberbagai daerah semakin nyata, mulai eksistensinya termasuk juga petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis.

Fikry Choerul Anam (29) atau Ikiw sapaan akrabnya mengatakan salah satu kiprah Alumni SMK GALUH RAHAYU Ciamis yang berinovasi membudidaya BAYAM SKOP (Jaluna) dan mengolahnya menjadi Keripik Bayam dan menjadi salah satu UKM di Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis.

Sejak masuk nya revolusi 4.0, pertanian dari Kementrian Pertanian melakukan terobosan dalam meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan peminat generasi muda.

“Melalui PWMP, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengharapkan generasi milenial berani menjadi seorang petani atau memulai kegiatan di bidang pertanian”, kata Ikiw, Minggu (10/4/2022).

Dikatakan Ikiw, hal ini memungkinkan sesuatu yang mustahil dimana milenial saat ini mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa jangka panjang.

Fikry Choerul Anam (29) atau Ikiw sapaan akrabnya saat berada di kebun bayam yang di olah menjadi keripik bayam. Minggu (10/04/2022) Foto : A.Yayat/analisaglobal.com

“Generasi muda atau yang saat ini disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan di segala bidang di masa depan”, imbuhnya.

Ikiw saat ini Fokus pada pengolahan Bayam, sebagai generasi milenial yang punya mimpi menjadi enterpeneur millenial menjadi tekad membangun usaha dari hasil pertanian desa.

Ikiw berharap, ini bisa menjadi solusi usaha di masa pandemi saat ini. Meski dengan sarana yang sederhana, Ikiw bisa meraih omset perbulan bisa mencapai pesanan 200-500 bungkus makanan olahan dari sayuran bayam.

Dengan harga di bandrol perbungkus untuk kemasan 110gr seharga Rp. 13.000 – Rp. 15.000. Meskipun masih dalam masa Pandemi, omset keripik bayam ini tetap stabil. Sementara untuk pemasarannya, menjaring mitra penampung dengan sistem reseller.

Masih dikatakan Ikiw, jumlah reseller saat ini mencapai 20 reseller yang tersebar di beberapa wilayah. Dia juga menjalin kerja sama dengan beberapa toko, koperasi, store UMKM Jabar bahkan sering mengikuti kegiatan bazar serta gelar produk, dll.

“Tentunya pemasaran di pasar lokal yaitu dengan menyediakan di warung-warung di sekitar lokasi usaha. Kami juga membidik pemasaran online baik melalui medsos maupun market place seperti shopee”, pungkas Ikiw.***A.Yayat

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published.