Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) Galuh Pamanah Rasa terus menunjukkan kiprahnya dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan siap bersaing di era global. Beralamat di Jl. Raya Ciamis – Kawali KM 04, Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Lembaga ini secara konsisten melatih siswa-siswi dalam penguasaan bahasa dan budaya Jepang, bahkan telah berhasil memberangkatkan lulusan-lulusannya untuk bekerja langsung di Jepang.
Osa Usman Rusmana, pimpinan LPK Galuh Pamanah Rasa, menuturkan bahwa lembaga ini didirikan sejak tahun 2021 dan kini telah memasuki tahun keempat. Meski tergolong muda, lembaga ini telah membuktikan kualitasnya dengan mengirimkan sejumlah alumninya untuk bekerja di Jepang melalui program magang maupun program Tokutei Ginou (TG) — program pekerja berketerampilan khusus yang memiliki hak dan kewajiban setara dengan warga Jepang.
“Tujuan kami mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya di Kabupaten Ciamis, agar mereka bisa bersaing di dunia kerja internasional, terutama di Jepang,” ujar Osa. Rabu (30/04/2025)
Didukung oleh tenaga pengajar profesional dan bersertifikat, pelatihan di LPK ini dibagi dalam dua program utama: program magang dengan durasi pelatihan 240 jam, dan program TG selama 360 jam.
Biaya pelatihan pun disesuaikan agar terjangkau, yaitu sekitar Rp 3,5 juta untuk program magang dan Rp 7,5 juta untuk program TG, dengan skema pembayaran yang bisa dicicil.
Tahun ini, LPK Galuh Pamanah Rasa dipercaya oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis untuk melaksanakan pelatihan program bahasa dan budaya Jepang, sebagai persiapan program magang tahun 2025 dan program TG.
Feri, atau yang akrab disapa Om Fey, selaku Ketua Yayasan Galuh Pamanah Rasa, menambahkan bahwa pihaknya telah memiliki jaringan kerja di Jepang serta kantor perwakilan di Nagoya, Sendai, dan Saitama.
Ia memastikan pemantauan secara berkala dilakukan terhadap para siswa yang telah bekerja di Jepang untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan mereka.
“Kami tidak akan menempatkan siswa di wilayah yang dianggap rawan, seperti daerah pesisir yang rentan tsunami. Fokus kami pada daerah-daerah aman seperti Tokyo, Nagoya, dan Osaka,” tegasnya.
Yayasan Galuh Pamanah Rasa juga tengah memiliki visi besar untuk mendirikan perguruan tinggi berbasis bahasa di Kabupaten Ciamis, dengan harapan ke depannya bisa membuka lebih banyak peluang kerja internasional bagi generasi muda, tidak hanya ke Jepang tetapi juga negara lainnya.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat lebih membantu, termasuk dalam hal pembiayaan pemberangkatan siswa melalui Bank Galuh sebagai bank BUMD lokal,” pungkas Osa. (Dods)
Baca Juga Babinsa Koramil 1302/Cikoneng Sosialisasikan Tertib Kelulusan di SMK KARNAS Sindangkasih
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang