Oleh: Prof.Dr. H. Awan Setiawan, S.Kom, MT, IPM
Kabupaten Bandung Barat, analisaglobal.com – Universitas Langlangbuana (UNLA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama tim UNLA Peduli melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi ke Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Beternak Ayam Kampung untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” bagi warga terdampak longsor yang dilaksanakan sejak 4 Juni 2026.
Ketua LPPM Universitas Langlangbuana, Prof. Dr. H. Awan Setiawan, S.Kom., M.T., IPM., memimpin evaluasi untuk meninjau perkembangan kelompok peternak di RW 11, mengidentifikasi kendala pelaksanaan, dan menyusun tindak lanjut program.
Perkembangan Kelompok dan Kendala Pakan
Hasil monitoring menunjukkan perkembangan yang berbeda pada enam kelompok peserta.
Dua kelompok diketahui menyatukan pengelolaan ternak tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan tim pendamping. Karena mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pakan, ayam bantuan mereka kemudian ditukar dengan seekor kambing.
Empat kelompok lainnya masih menjalankan program dan dinilai menunjukkan perkembangan penggemukan yang baik. Kelompok-kelompok tersebut memberikan pakan hingga tiga kali sehari, tetapi biaya pakan menjadi beban utama dalam pemeliharaan.
Keluhan teknis lain meliputi keterbatasan akses terhadap pakan komersial bernutrisi dan kondisi ayam yang belum memasuki fase bertelur. Kondisi tersebut memerlukan evaluasi lebih lanjut berdasarkan umur ayam betina, kecukupan nutrisi, kesehatan ternak, dan manajemen kandang.
Empat Rekomendasi Tindak Lanjut
Merespons hasil evaluasi, tim monitoring menyampaikan empat rekomendasi untuk menjaga keberlanjutan program:
Baca Juga Ikan Mati Massal di Imbanagara, Warga Duga Tercemar Limbah
1. Efisiensi manajemen pakan. Tim merekomendasikan pemberian pakan dua kali sehari, yakni pukul 07.00-08.00 WIB dan 15.00-16.00 WIB, dengan acuan awal 80 gram per ekor per hari. Takaran perlu disesuaikan dengan umur, bobot, fase produksi, dan kandungan nutrisi pakan.
2. Pemanfaatan ramuan herbal. Campuran jahe, kunyit, dan temulawak dapat digunakan sebagai pelengkap dalam air minum ayam. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan kebersihan dan takaran serta tidak menggantikan kebutuhan pakan bernutrisi seimbang.
3. Pengembangan desa binaan. LPPM UNLA merencanakan pengembangan Desa Pasirlangu sebagai desa binaan Universitas Langlangbuana agar pembinaan, pendampingan, dan edukasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
4. Prioritas bantuan lanjutan. Apabila UNLA Peduli kembali menggalang donasi, bantuan akan diprioritaskan untuk pengadaan pakan bernutrisi dan paket ramuan herbal siap pakai, terutama bagi empat kelompok peternak yang masih aktif dan konsisten menjalankan program.
Kegiatan monitoring ini diharapkan menjadi dasar perbaikan tata kelola peternakan pascabencana di Desa Pasirlangu. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar program tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga meningkatkan kapasitas warga dalam manajemen pakan, kesehatan ternak, dan pengelolaan kelompok.
Keberhasilan program selanjutnya perlu diukur melalui indikator yang jelas, antara lain kelangsungan hidup ternak, pertambahan bobot, produksi telur, efisiensi biaya pakan, dan perubahan pendapatan kelompok. Dengan evaluasi terukur, budidaya ayam kampung diharapkan dapat berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan bagi warga.
Baca Juga Jambore IGORNAS Kabupaten Tasikmalaya 2026 di Pangandaran Perkuat Soliditas Guru Olahraga
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang