Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2020, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah rangkaian kegiatan untuk pemulihan perekonomian nasional yang merupakan bagian dari kebijakan keuangan negara yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mempercepat Penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID19) dan menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional atau stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi nasional.

Dengan adanya aturan tersebut pemerintah paling bawah khususnya pemerintahan Desa wajib mengedepankan atau melibatkan masyarakatnya dalam pelaksanaan pembangunan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam program PEN sehingga harus mengedepankan Pemberdayaan.

Namun lain halnya yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan TPT jalan lingkungan Nagarawangi Desa Nusawangi Kecamatan Cisayong yang diduga di kerjakan oleh pihak lain atau diduga di borong kan pihak pemerintah desa kepada pihak lain.

Hal tersebut terbukti saat analisaglobal.com bersama awak media lainnya mendatangi lokasi pekerjaan dan memang sejumlah pekerja bukan warga setempat (Bukan warga desa Nusawangi-red) melainkan warga dari wilayah kecamatan Mangunreja. Padahal Pembangunan TPT yang bersumber dari Dana Desa terbilang cukup besar, yaitu sebesar Rp. 68.984.100,- ( Enam Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Empat Ribu Seratus Rupiah ) dengan Volume pekerjaan 34,5 M².

Menurut salah seorang warga sekitar yang minta namanya di rahasiakan menjelaskan bahwasannya pelaksanaan pekerjaan tersebut dari awal tidak ada musyawarah dan yang disesalkan para pekerja tersebut bukan warga Desa Nusawangi melainkan warga dari wilayah Mangunreja dan warga sekitar yang ikut bekerja hanya 5 orang saja. Jelasnya. Rabu (09/06/2021).

“Alangkah baiknya sebelum mulai pekerjaan musyawarah dulu dengan masyarakat sekitar lokasi dan mempekerjakan masyarakat sekitar, karena disini juga banyak masyarakat yang ahli dalam pekerjaan tersebut jadi kenapa harus memanggil pekerja dari luar daerah”. Ungkap warga.

Hal senada juga disampaikan oleh seorang warga lainnya di lokasi, dirinya menyampaikan bahwa ketika pekerjaan tersebut dikerjakan oleh warga sekitar, setidaknya pekerjaan akan lebih apik dan maksimal, karena walau bagaimanapun ini daerah kita sendiri dan hasilnya untuk kita juga selaku warga. tandasnya

analisaglobal.com pun selanjutnya mencoba mengkonfirmasi salah satu pekerja dan menanyakan asal daerahnya dari mana ? Dirinya mengatakan bahwa “memang bukan warga sekitar akan tetapi dari daerah Mangunreja.” Ujarnya***TIM

Leave a Reply