Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,- Usai di karantina karena terindikasi Covid-19, Suherlan, S.Pd selaku kepala sekolah SDN Cideeng kecamatan tanjungjaya seharusnya memperketat aturan protokol kesehatan ,namun apa yang dilaksanakan disekolah tersebut sangat bertentangan dengan aturan dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan.
Hal tersebut terjadi saat tim analisaglobal.com berkunjung ke SDN Cideeng hari jum’at 19/03/2021 dimana sejumlah murid kedapatan berkerumun didalam ruangan kelas tanpa memperhatikan protokol kesehatan, tanpa jaga jarak serta tidak memakai masker, di ruang tersebut sedang ada kegiatan pembagian soal UTS.
Saat dipertanyakan kepada salah seorang guru terkait kegiatan tersebut, dengan muka kecut sang guru yang diketahui seorang guru honorer menjelaskan bahwa kegiatan tersebut hanya sebentar cuma membagikan soal UTS Saja. Jawabnya.
Di pihak lain Suherlan.S.Pd selaku kepala sekolah sangat menyesalkan dengan adanya kejadian tersebut. dirinya sudah mewanti-wanti tentang protokol kesehatan disekolah tersebut. dirinya meminta maaf karena dirinya baru selesai karantina. ucap Suherlan.
ketika dipertanyakan tentang masker dan apakah program pembagian masker di SD tersebut dilaksanakan dirinya mengungkapkan kalau semuanya sudah dilaksanakan dari Dana BOS. ungkapnya.
Namun pada kenyataannya para siswa pada saat itu semuanya tidak menerapkan protokol kesehatan dan tidak mengenakan masker.

Sementara ketika akan dimintai tanggapan ke kepala UPT pendidikan tanjung jaya yang bersangkutan sedang sakit usai di vaksin ucap salah seorang staf UPT.
Tim analisaglobal.com pun mencoba meminta tanggapan melalui Ny. Aam selaku pengawas namun yang bersangkutan malah berkomentar dan balik bertanya apakah saat wartawan mengambil gambar kegiatan disekolah tersebut wartawan ijin dulu ke pihak sekolah. ucapnya.
Dengan demikian seakan-akan pihak UPT mencari celah kesalahan di pihak wartawan.
Lebih lanjut sang pengawas menuturkan bahwa untuk membagikan UTS ke rumah-rumah itu terlalu mengambil jarak dan waktu, untuk itu pihak sekolah inisiatif membagikannya disekolah itupun cuma 10 menit ,selain itu mungkin yang namanya Anak-anak jadi tidak terlalu memperhatikan aturan protokol kesehatan. tuturnya.
Dengan demikian sangat disayangkan seharusnya bercermin kepada kejadian yang menimpa kepala sekolah bahwa protokol kesehatan itu wajib Dan mutlak di patuhi karena pandemi covid-19 masih terus meningkat.***YM/Nur
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang