Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,- Menyusul adanya pernyataan gubernur jawa barat Bahwa kabupaten Tasikmalaya paling tidak disiplin dalam memakai masker, gugus tugas Kecamatan Salawu semakin meningkatkan kegiatan operasi yustisi terkait penggunaan masker apalagi wilayah Salawu adalah pintu gerbang baik yang menuju ibu kota maupun sebaliknya. Dalam operasi tersebut gugus tugas kecamatan salawu bersama petugas Dishub kabupaten Tasikmalaya menggelar rajia di daerah warung peuteuy kecamatan salawu kabupaten tasikmalaya.
Dedi selaku Kapolsek menjelaskan, Saat rajia baru digelar beberapa saat, dari arah singaparna muncul kendaraan roda dua yang di tumpangi oleh sindi penduduk kampung cikapek Rt 15 rw 3 desa puspasari puspahiang bersama rekanya bernama Tonio, saat itu keduanya tidak memakai masker petugaspun mencoba memberhentikan mereka, saat di tanya keduanya gugup dan kelihatan panik dan hal tersebut mengundang kecurigaan pihak petugas, saat di geledah ternyata dari saku celana sindi di temukan beberapa lembar obat-obatan jenis Neomethor, untuk itu Sindi pun diamankan ke polsek untuk dimintai keterangan. jelasnya. Kamis (21/01/21)
“Ini perlu koordinasi dulu dengan unit narkoba polres Tasikmalaya, jadi pihak kami belum bisa menjelaskan jenis obat-obatan yang dibawa pelaku”. ungkap Dedi.
Sementara menurut bripka Johan selaku kanit reskim polsek salawu mengungkapkan, bahwa setelah berkoordinasi dengan pihak unit narkoba bahwa obat tersebut tidak termasuk obat yang di larang tapi dijual bebas di toko obat, tapi karena dalam jumlah banyak dan menimbulkan kesadaran menjadi berkurang. dan para pelaku hanya akan mendapat pembinaan. ungkap Johan.
Sementara Sindi dan Tonio (pelaku pembawa obat-obatan) menjelaskan bahwa obat tersebut untuk di konsumsi pribadi dengan alasan untuk menghilangkan rasa lelah dan rekanya bernama tonio yang telah membawa dirinya ke sebuah apotek di singaparna tidak bisa di wawancara di karenakan menghilang.
Sementara itu Cutisna selaku Kades Puspasari saat mendampingi tatang selaku orang tua pelaku menuturkan bahwa yang bersangkutan pernah berurusan dengan warga terkait pencurian ringan, untuk itu pihaknya siap membina yang bersangkutan agar tidak mengulangi hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan warga. tuturnya.
“silahkan, tindakan apapun yang akan di jatuhkan kepada anak saya, saya sudah cape”. ujar tatang dengan nada sinis.***Yos Muhyar
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang