Ditulis oleh : Muhammad Ridwan

PR Fakultas Tarbiyah Komisariat IAI Cipasung Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, analisa global.com — Sustainable Development Goals (SDGs) atau yang diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah suatu visi komprehensif yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation (UN) untuk mencapai dunia yang lebih baik. SDGs 2030 sendiri memiliki 17 tujuan dengan 169 capaian.

17 tujuan tersebut adalah ;Tanpa kemiskinan, Tanpa kelaparan, Kehidupan sehat dan sejahtera, Pendidikan berkualitas, Kesetaraan gender, Air bersih dan sanitasi layak, Energi bersih dan terjangkau, Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Industri, inovasi, dan infrastruktur, Berkurangnya kesenjangan
Kota dan pemukiman yang berkelanjutan, Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, Penangganan perubahan iklim, Ekosistem laut, Ekosistem daratan, Perdamaian dan keadilan.

Kemitraan untuk mencapai tujuan
SDGs itu sendiri disusun berdasarkan Tujuan Pembanguan Milenium (MDGs), yang telah diupayakan dari tahun 2000 sampai 2105, dan akan mencapai pencapaian global yakni pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030 nanti.

Agenda pembangunan 2030 mengandung 5 asas yang tak terpisahkan yang disebut 5 “P”, yakni People (Orang-orang), Peace (Perdamian), Partnership (Kemitaraan), Prosperity (Kemakmuran), dan Planet (Planet).
Apakah Mahasiswa memiliki peran dalam SDGs 2030? Bagaimana peran Mahasiswa dalam SDGs 2030?

Mahasiswa saat ini memeliki peran yang sangat penting untuk ikut serta dalam memujudkan Tujuan Pembanguan Berkelanjutan 2030 atau yang biasa disebut SDGs 2030. Hal itu sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu, Pertama; Pendidikan dan Pengajaran, Kedua; Penelitian dan Pengembangan dan yang, Ketiga; Pengabdian kepada Masyarakat.

Apa saja hambatan untuk Mahasiswa untuk ikut serta dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang sering disebut SDGs 2030?

Kebanyakan Mahasiswa pada saat ini, cenderung lebih menyukai hal-hal yang sifatnya untuk kesenangan mereka, dan juga Mahasiswa sekarang beranggapan mereka kuliah itu hanya untuk wisuda, mendapatakan Ijazah dan mendapat pekerjaan yang menurut mereka layak dan mendapat upah yang cukup timggi. Dan hal inilah salah satu penyebab banyaknya pengangguran yang berijazah S1 (Strata 1).

Padahal sebagai seorang Mahasiswa kita harus melek terhadap keadaan sekitar dan tugasnya sebagai seorang Mahasiswa.

Bagaimana dengan PMII? Siapkah PMII untuk ikut serta dengan SDGs 2030?
Jika dilihat dari kacamata PMII, 17 tujuan tersebut sesuai dengan arah gerak dari PMII. Salah satu bukti bahwa PMII searah dengan 17 tujuan tersebut adalah ketika terjadinya tragedi pemukulan salah satu aktivis PMII Pamekasa saat dilakukannya aksi oleh PMII Cabang Pamekasan. Dimana aksi PMII Cabang Pamekasan tersebut menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk bersikap tegas terhadap keberadaan Tambang Liar di Pamekasan. Itu merupakan salah bukti bahwa Gerakan PMII tersebut sesuai dengan beberapa tujuan dari 17 tujuan tersebut yaitu, Air bersih dan Sanitasi (SDG6), Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG8), dan Ekosistem daratan (SDG15).

Bahkan Tujuan dari PMII juga sessuai dengan SDGs 2030. Isi dari Tujuan PMII yang berbunyi “Komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia”. Itu sesuai dengan beberapa dari 17 tujuan. Yaitu Tanpa kemiskinan (SDG1), Tanpa kelaparan (SDG2), Kehidupan sehat dan sejahtera (SDG3), Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG8), dan Berkurangnya kesenjangann (SDG10). Bahkan dalam Mars PMII juga liriknya ada yang sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Yaitu dalam lirik “Ilmu dan bakti kuberikan, adil dan makmur kuperjuangkan…”. Lirik itu sesuai dengan beberapa SDGs yang 17 itu. Diantaranya adalah dalam SDG4 (Pendidikan Berkualitas), SDG8 (Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG5 (Kesetaraan Gender).

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki cirri khas keislaman dan keindoneisaan, cukup berperan untuk tercapainya 17 tujuan tersebut. Minimal PMII bisa memujudkan di pemerintah daerah.
PMII juga merupakan Organisasi Mahasiswa terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu PMII mau atau tidak mau pasti akan ikut ambil bagian untuk memujudkan SDGs 2030. Anggota dan Kader dituntut untuk senantiasa berperan aktif dalam mewujudkan SDGs 2030. Dan hal itu sudah dibuktikan dengan salah satu bentuk Aksi yang dilakukan oleh PMII Cabang Pamekasan yang rela berkorban dan bersimpah darah. Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Anggota dan Kader PMII yang berkaitan dengan agenda Pembangunan berkelanjutan. Baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.

Untuk tercapainya SDGs 2030 banyak sekali hambatan-hambatan yang dialami oleh PMII. Baik dari Internal maupun Eksternal.
Salah satu faktor internal yang harus dihadapi oleh PMII untuk tercapainya SDGs 2030 atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, adalah Karena masih banyaknya Anggota dan Kader PMII tersebut masih banyak yang memikirkan ego tersendiri, seperti menginginkan kekuasaan, terbuai dengan uang dan anggaran bahkan ada yang hanya untuk meraih kepopularitasan saja. Itu merupakan suatu Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan Pengurus, Senior dan Alumni PMII. Baik dari tingakatan Rayon, Komisariat bahkan sampai tingkatan Pengurus Besar.

Itu merupakan sebagian kecil dari permasalahan-permasalahan yang menjadi penghambat tercapainya SDGs 2030. Masih banyak sekali hambatan dari Internal PMII untuk tercapainya SDGs 2030.

Untuk dari eksternal, yang menjadi penghambat bagi PMII untuk mewujudwan Tujuan Berkelanjutan adalah kebijakan-kebijakan Pemerintah yang terkadang nyeleneh dan tergolong aneh. Kebijakan pemerintah, baik dari Pusat ataupaun Daerah terkadang selalu mementingkan kepentingan sendiri ataupun kelompok-kelompok yang mendukung mereka. Dan juga, hal yang menghambat tercapainya SDGs 2030 adalah faktor alam berupa bencana maupun wabah.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa saat ini Dunia dilanda wabah penyakit Covid-19 atau yang biasa kita sebut dengan penyakit Corona. Hampir aktivitas masyarakat di seluruh Dunia lumpuh. Hal itu menyebabkan ekonomi masyarakat menjadi turun dan bahkan ada yang sampai minus. Harga minyak dunia turun, harga emas terus naik, dan masih banyak sekali dampak yang di timbulkan ketika wabah Covid-19 melanda.

Ketika penghambat itu datang dari kebijakan Pemerintah, kita sebagai Anggota dan Kader PMII masih bisa melawan, tetapi ketika penghambat itu adalal Alam, maka yang bisa kita harus berpikir lebih keras agar gerakan kita sebagai Kader tidak terhambat.
Salah satu cara yang bisa dilakukan agar gerakan kita tidak terhambat adalah dengan memanfaatkan dan membiasakan kegiatan-kegiatan baik pembelajaran, ekomi, pengkaderan, dll. Dengan cara memanfaatkan teknologi-teknologi.

Dengan adanya teknologi kita masih bisa bergerak walaupun kita diam. kalau menurut istilah Sunda “Lempang bari diuk” artinya bahwa, dengan adanya teknologi aktivitas-aktivitas sehari-sehari bisa dilakukan dengan mudah.

Maka Anggota dan Kader PMII harus dengan segera membiasakan diri agar aktivitas Pergerakan masih bisa berjalan. Dan juga PMII sebagai salah satu Organisasi Mashasiswa, yang berperan dan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 atau yang biasa disebut dengan SDGs 2030.

Dengan demikian Anggota dan Kader masih tetap bisa bersaing dalam meningkatkan
Sumber Daya Manusia yang unggul dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjuta atau yang biasa disebut SDGs 2030.***LB/Red

REFERENSI
Citra Diri PMII
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Yang Perlu Diketahui Oleh Pemerintah Daerah.
TribunNews
Www.Kompasiana.com

Leave a Reply