Bandung Barat, analisaglobal.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat menargetkan 2.710 keluarga prasejahtera mendapatkan sambungan listrik gratis hingga Desember 2026 melalui program Light Up The Dream (LUTD). Program ini menjadi langkah nyata PLN dalam memperluas akses listrik mandiri bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini belum bisa menikmati listrik secara langsung, meski jaringan kelistrikan telah tersedia di lingkungan tempat tinggalnya.
Mengusung tema “Sambung Listrik, Sambung Harapan: Bersama Menghadirkan Terang”, program tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi dalam peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.
Hingga saat ini, sebanyak 873 keluarga prasejahtera di berbagai wilayah Jawa Barat telah menerima sambungan listrik gratis. Salah satu penyalaan berlangsung di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/10/2026).
Dua warga penerima manfaat, Tatang dan Caca, sebelumnya harus menyalurkan listrik dari rumah saudara karena keterbatasan ekonomi. Melalui program LUTD, keduanya kini memiliki sambungan listrik sendiri berdaya 450 VA sehingga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga secara lebih aman dan mandiri.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan momentum HLN ke-81 menjadi pengingat bahwa tugas PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga memastikan manfaat listrik dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga YBM PLN Tasikmalaya Salurkan Bantuan Kesehatan Gratis untuk 150 Warga
“Masih ada saudara-saudara kita yang rumahnya sudah terjangkau jaringan listrik, tetapi belum mampu memiliki sambungan sendiri karena keterbatasan ekonomi. Melalui Light Up The Dream, kami ingin menjembatani kondisi tersebut dengan menggerakkan kepedulian seluruh insan PLN agar semakin banyak keluarga dapat menikmati listrik secara mandiri,” ujar Joharifin. Minggu, 1/11/2026.
Menurutnya, kolaborasi lintas entitas PLN Group menjadi kekuatan untuk memperluas jangkauan program yang telah berjalan secara konsisten. Sejak 2023, insan PLN UID Jawa Barat telah menghadirkan 4.124 sambungan listrik gratis melalui LUTD.
Program ini didukung donasi sukarela pegawai PLN UID Jawa Barat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, serta kolaborasi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, PLN Pusharlis, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, PLN Electricity Services Unit Pelaksana 1 Jawa Barat, dan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat.
Joharifin berharap, sambungan listrik mandiri tidak hanya meningkatkan kenyamanan keluarga penerima, tetapi juga membuka peluang untuk memperbaiki kualitas hidup, mendukung pendidikan anak, hingga mengembangkan usaha produktif.
“Setiap rumah yang kini memiliki listrik sendiri menyimpan harapan baru. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, keluarga dapat beraktivitas dengan lebih baik, dan peluang ekonomi pun semakin terbuka. Kami ingin terang yang dihadirkan PLN benar-benar menjadi energi bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya,” tambahnya.
Upaya PLN tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Slamet Mulyanto, S.T., M.T., menilai keterlibatan PLN Group berkontribusi penting dalam memperluas pemerataan akses listrik, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat yang kurang mampu. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Group yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan contoh bagi kita semua bahwa kita bisa melakukan hal yang sama,” kata Slamet.
Penentuan penerima manfaat LUTD dilakukan melalui survei lapangan bersama perangkat desa dengan memprioritaskan keluarga prasejahtera. Masyarakat yang membutuhkan juga dapat mengajukan bantuan melalui kader desa sesuai persyaratan yang berlaku.
Kepala Desa Sadangmekar, Dede Paridi, mengapresiasi kepedulian PLN yang telah membantu warganya memperoleh sambungan listrik mandiri. Ia berharap program tersebut terus berlanjut karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan serupa.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan kepada warga kami. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan, termasuk fasilitas umum seperti kantor desa dan posyandu yang juga memerlukan sambungan listrik mandiri,” ujar Dede.
Melalui program LUTD pada momentum HLN ke-81, PLN Group menegaskan komitmennya untuk memperluas pemerataan akses listrik. Bagi PLN, keberhasilan elektrifikasi bukan sekadar luasnya jaringan yang dibangun, melainkan juga kemampuan masyarakat untuk menikmati listrik secara mandiri.
Dengan target 2.710 keluarga prasejahtera hingga akhir 2026, PLN berharap semakin banyak rumah tangga di Jawa Barat yang memperoleh akses listrik, membuka peluang baru, dan meningkatkan kesejahteraan. (Dods)
Baca Juga Taxfest Sukapura 2026 Disorot, Transparansi Anggaran Jalan Santai Dipertanyakan
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang