Kabupaten Cianjur, analisaglobal.com – Puluhan desa di Kabupaten Cianjur terpaksa mengembalikan dana ke kas daerah setelah adanya temuan dalam pengelolaan keuangan desa. Temuan tersebut terungkap usai monitoring dan evaluasi (monev) serta pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur.
Kepala Itda Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani, menjelaskan bahwa monev dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap penyelenggaraan dana pemerintahan desa, khususnya di wilayah yang dilaporkan atau sempat didemo masyarakat karena dugaan penyimpangan. Pemeriksaan mencakup sejumlah kecamatan, seperti Bojongpicung, Tanggeung, Naringgul, Cikadu, Agrabinta, Karangtengah, dan Cugenang.
“Hasil pemeriksaan menemukan adanya pengelolaan dana yang tidak sesuai aturan. Kepala desa atau aparat desa diminta mengembalikan sejumlah uang ke kas daerah,” ungkap Endan, Senin (11/8/2025), yang lalu.
Data sementara mencatat puluhan desa telah mengembalikan dana dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp50 juta, Rp100 juta, hingga yang tertinggi mencapai Rp400 juta. Namun, jumlah pastinya masih dalam proses validasi.
Baca Juga Semarak Hari Pelanggan Nasional 2025, PLN Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50%
Endan menegaskan bahwa pihaknya hanya berwenang dalam pengawasan. Tindak lanjut hukum maupun keputusan administratif, seperti pengunduran diri kepala desa, menjadi kewenangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta pihak kecamatan.
“Terkait isu pengunduran diri kepala desa, kami belum menerima bukti resmi. Banyak informasi masih sebatas lisan atau dari media sosial. Secara administratif, kami menunggu kejelasan dari pihak berwenang,” tegasnya.
Ia menambahkan, monev akan terus dilakukan secara bertahap di desa lainnya sebagai langkah pencegahan dini sekaligus penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Wartawan Priangan (FORWAPI), Halim Saepudin, memberikan apresiasi atas kinerja Irda Cianjur. Menurutnya, langkah pengawasan yang dilakukan jauh lebih transparan dibandingkan dengan Irda Kabupaten Tasikmalaya. Sabtu (06/09/2025).
“Kami berharap Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya lebih kredibel dan berintegritas dalam menjalankan tugas. Kinerja Irda Cianjur layak menjadi contoh, dimana hasil pengawasan disampaikan langsung ke publik dengan transparan,” pungkasnya. (Red)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang