Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Berdasarkan hasil Musyawarah Tingkat Dusun (Musdus) Perum Pesona Imbanagara Raya, Pengajuan Proposal sejak 5 tahun kebelakang, kami mengajukan bangunan Posyandu atas dasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa “RPJMDes” Ucap Ketua RT 01 Yusuf Hidayat. Minggu (20/09/20).

“Dan ditahun ini (2020) alhamdulillah di ACC bisa teralisasi oleh Kantor Desa Imbanagara Raya. Untuk dasar kami berembug di tingkat Perum PIR dan Kantor Desa dengan Dasar surat “Nomor Surat 005 / 111 / DS-2020 dan Nomor Surat 005 / 120 / DS-2020” tentang musyawarah pembangunan posyandu” Ujarnya

Lanjut Yusuf menjelaskan, Dari kedua (2) dasar surat tersebut; yang pertama kali melangkah yaitu, kami pengurus konfirmasi kepada pengembang PT. Kharisma Mataram Raya mengenai Site Plane yang belum diberikan oleh Pengembang tersebut dan langsung diproses. Disitu kami menanyakan lahan atau fasilitas umum ataupun sarana umun letak dan posisi dimana saja; dan dijawab “ada beberapa titik atau posisi diperuntukan untuk fasilitas umum”. Salah satunya dikonfirmasikan tentang pembangunan posyandu. Jelasnya

“Bukti fisik (berupa foto konfirmasi ketua RW, saya (Ketua RT 02) dan Pengembang). Maka kami selaku Pengurus Perum Pesona Imbanagara Raya mengambil keputusan untuk tempat atau pun lokasi Bangunan Fisik (posyandu) tersebut adalah dilokasi fasilitas umum (yang sudah diserahkan oleh Pengembang) kepada Warga Perum Pesona Imbanagara Raya.” Katanya

Yusuf juga mengungkapkan, Kami Pengurus berkoordinasi dengan Pihak Kantor Pemerintahan Desa Imbanagara Raya dilokasi tersebut diperuntukan untuk pembangunan Posyandu dengan maksud dan tujuan kedepannya (bangunan tersebut) bisa dijadikan bangunan multiguna (bukan hanya kegiatan posyandu) saja, karena kami belum memiliki bangunan khusus untuk rapat ditingkat RW atau satuan lingkungan setempat paling terkecil (RT) dan kegiatan lainnya diperuntukan jelas (kepentingan umum). Ungkapnya

Selain itu Yusuf juga menerangkan bahwa Pihak pengembang baru memberikan surat keterangan melalui WA yg difotokan pada tanggal 13 September 2020, dan tertanggal Tasikmalaya, 20 Agustus 2020 ditandatangani direktur utama (H. Dayat Sudrajat) ; disitu ada 3 poin yang menerangkan bahwa, 1. Kami selaku pengembang perumahan Pesona Imbanagara Raya berdasarkan perencanaan kami yang sudah mendapatkan persetujuan pihak perizinan melalui Site Plan, kami membangun rumah berikut Fasilitas diantaranya Jalan, Saluran/Drainase, Sarana Ibadah, Ruang terbuka Hijau/Taman. 2. Setiap Konsumen/pembeli rumah diberikan akses ke rumah yang mereka beli yaitu salah satunya akses kendaraan roda empat/mobil dengan posisi dari depan rumah; 3. Setiap ada pembangunan Fasilitas diluar perencanaan kami, dengan menggunakan lahan yang ada dikomplek perumahan sepenuhnya dikembalikan kepada warga untuk dimusyawarahkan dengan warga perumahan yang menghuni atau pemilik rumah diperumahan tersebut. Terangnya

“Dari kutipan surat diatas, jika salah satu pihak atau seorang warga menolak untuk dibangun Posyandu tersebut karena berdasarkan poin 2 (hak yang memiliki rumah tersebut) karena halaman depan merasa dirugikan, maka kami selaku Warga Perum Pesona Imbanagara Raya memiliki hak juga tentang maksud dan tujuan jelas yaitu kepentingan umum untuk pembangunan Posyandu (Poin 3) atau Pengajuan RPJMDes dalam bentuk Proposal tsb dan atau dengan dilampirkan surat pernyataan tandatangan warga Perum Pesona Imbanagara Raya.” Jelasnya

Diakhir wawancara Yusuf menambahkan bahwa Pelaksanan Rapat dengan undangan resmi sudah dilakukan 2 kali di tingkat Pemerintah Desa, hanya dari pihak pengembang PT. Kharisma Mataram Raya tidak hadir (karena berbagai alasan), termasuk oleh pengurus di telusuri ke tempat tinggalnya dan masih tetap saja tidak hadir dan susah ditemui. Kami sudah berusaha sesuai petunjuk dengan apa yang disarankan oleh Insfektorat dan cipta karya Kabupaten Ciamis melalui Camat Kecamatan Ciamis dan juga pemerintahan Desa. Imbuhnya.***Agus Suryana

Leave a Reply