Refleksi Upacara Adat Nyangku 2022
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Sekilas tentang pelaksanaan adat nyangku, yakni prosesi ngarumat benda benda pusaka yang selama ini disimpan di museum tempat peninggalan kerajaan Panjalu yang juga disebut Bumi Alit.
Adat Nyangku ini merupakan upacara prosesi menyuci dan membersihkan benda pusaka peninggalan Raja Panjalu, Prabu Sanghyang Borosngora yang biasa dilakukan setahun sekali yaitu setiap Bulan Maulid atau Robi’ul Awal.
Pengurus /Bendahara Yayasan Borosngora Dr. H. Heri Solehudin Atmawidjaja, M.M merasa bersyukur gelaran upacara adat Nyangku tahun ini sangat uforia, yang mana dua (2) tahun ke belakang terhalang pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan untuk Nyangku.
“Sekarang masyarakat sangat antusias berdatangan dari berbagai pelosok dan daerah Panjalu sekitarnya. Tak lupa juga banyak tokoh yang datang menghadiri upacara adat Nyangku”, tuturnya Senin (24/10/2022).
Bersama Dr. H. Heri Solehudin Atmadjaja, M.M
Untuk tema Nyangku tahun ini, Heri Solehudin Atmadjaja mengatakan tema tahun ini adalah karena berhubungan dengan pasca Covid-19. Jadi temanya Nyangku Panjalu adalah poscovid.
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
“Jadi, Nyangku Panjalu adalah memprogramkan bahwa Nyangku itu bukan sekedar acara adat saja, tapi disini mudah-mudahan ada pengembangan untuk UMKM, Sosial Ekonomi, Sosial Budaya dan Sosial Masyarakat sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)”, terangnya.
Ia pun berpesan, sebagai Papagon Panjalu pertama adalah makan makanan yang halal, bekerja yang baik-baik supaya kita manjadi manusia yang utuh dan baik. Papagon Panjalu kedua yaitu pakai karena suci, kita berpakaian yang suci, melangkah dengan kesucian sehingga tidak ada hal-hal yang melintang. Dan yang ketiga ucap lampah sabenere adalah ucapan dan kata-kata kita harus yang benar.
Lampah itu adalah kegiatan kita, itu adalah sosial ekonomi yang dibersihkan. Tidak bisa hanya sekedar mengurus agama saja, tanpa ada aspek ekonomi apalagi sekarang disini adalah upacara adat Nyangku itu selalu dilaksanakan di bulan Maulid.
“Yang mana ini adalah tradisi sejak jaman kerajaan Borosngora dan kerajaan-kerajaan lainnya sampai turunannya yang merupakan tradisi setiap bulan Maulid”, pungkasnya. (A.Hidayat)
Baca Juga Hadiri Adat Nyangku, Bupati Ciamis: Jaga dan Lestarikan Budaya Warisan Leluhur Kabupaten Ciamis
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang